KEDUDUKAN FUNGSI PENGERTIAN DAN CIRI – CIRI BAHASA

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang 
Kedudukan bahasa indonesia dalam berbahasa ialah bahasa yang terpenting dikawasan republik kita, pentingnya peranan bahasa itu diatara lain bersumber pada ikrar ketiga sumpah pemuda 1928 yang berbunyi : “ kami poetera dan poeteri idonesia mendjoen-djoen bahasa persatoean, bahasa indonesia” dan pada undang – undang dasarr 1945 kita yang didalamnya tercantum pasal khusus yang menyatakan bahwa “ bahasa negara ialah bahasa indonesia”. 

Dalam sisem pendidikan nasional indonesia, mata pelajaran bahasa indonesia sangat penting. Hal ini disebabkan oleh peran bahasa indonesia yang strategis, yakni sebagai bahasa pengantar pendidikan dan bahasa nasional. Oleh karena itu, mutu pengajaran bahasa indonesia sangat kuat berpengaruh atas mutu pendidikan nasional dan kekentalan kesatuan dan peratuan bangsa. 

Bahasa indonesia juga menduduki tempat yang terkemuka diantara beratus-ratusan bahasa nusantara yang masih sangat penting bagi penuturnya sebagai bahasa ibu, penting atau tidaknya suatu bahas tersebut juga memiliki dasar patokan yang memiliki jumlah penutur, luasnya penyebaran, dan peranannya sebagai saran ilmu, seni satra, dan pengungkapan budaya dari berbagai tempat yang ada di nusantara. 

Untuk itu bahasa indonesia mempunyai kedudukan yang lebih penting dan bukan karena mutunya sebagai bahasa, dan bukan dikarenakan besar kecilnya jumlah kosakatanyaatau keluwesan dalam tata kalimatnya, dan tidak karena kemampuan daya ungkapnya. Dan di dalam sejarah manusia pemilihan suatu bahasa sebagai lingua franca, yakni bahasa perantaraan orang yang latar budayannya berbeda, bahasa kebangsaan,atau bahasa international tidak pernah dibimbing oleh pertimbangan linguistik, logika atau estematika, tetapi selalu oleh patokan politik, ekonomi,dan demografi.

Sejarah umum untuk perkembangan bahsa menunjukan bahwa ragam yang memperoleh gengsi dan wibawa yang tinggi karena ragam tersebut yang dipakai oleh kaum yang berpendidikan dan menjadi pemuka di berbagai bidang kehidupan yang penting.dalam pemuka masyarakat yang berpendidikan umunya terlatih dalam ragam sekolah, ragam tersebut yang dijadikan tolok bandingan bagi pemakaian bahasa yang benar. Fungsinya sebagai sebagai tolok menghasilkan nama bahas baku atau bahasa standart. Dalam kehidupan santai komunikasi yang digunakan tidak menggunakan bahasa baku tetapi menggunakan bahasa non baku atau bahasa tidak standart yang sering digunakan dalam berkomunikasi dengan keluarga, dan berjalan sesuai dengan fungsinya.

Bahasa indonesia memiliki fungsi sebagai bahasa nasional dan negara, fungsi sebagai bahasa daerah, dan fungsi sebagai bahasa asing. Akan terlihat ciri bahasa baku dan non-baku. 

1.2 Rumusan Masalah 
1. Bagaimana kedudukan fungsi bahasa indonesia ?
2. Apa fungsi bahasa indonesia dalam kedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara ?
3. Apa pengertian bahasa indonesia non baku ?
4. Apa ciri – ciri bahasa indonesia baku ?
5. Apa pengertian bahasa indonesia non-baku?

1.3 Tujuan 
1. Untuk mengetahui kedudukan fungsi bahasa indonesia.
2. Untuk mengetahui fungsi bahasa indonesia dalam keduduk sebagai bahasa nasional dan bahasa negara.
3. Untuk mengetahui pengertian bahasa indonesia baku.
4. Untuk menegtahui ciri – ciri bahasa indonesia baku.
5. Untuk mengetahui pengertian bahasa indonesia non-baku.

BAB II
PEMBAHASAN 

2.1 KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA 
Indonesia kini tumbuh dan berkembang dalam bahasa yang beragam, dan sebagian besar orang indonesia menguasai atau menggunakan beberapa bahasa sekaligus. Tidaknya hanya menguasai bahasa indonesia dan bahasa daerah, banyak ari orang – orang indonesia yang menguasai bahasa asing. Dalam menggunakan bahasa asing,dan bahasa daerah, harus menlihat kondisi agar tidak menimbulkan dampak yang buruk. Bahasa yang dipakai seperti bahasa indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing memiliki kedudukan dan fungsi tertentu. 

Bahasa – bahasa indonesia dikelompokan menjadi tiga bahasa yaitu, bahasa persatuan dan bahasa negara, bahasa daerah, serta bahasa asing. Bahasa indonesia merupakan bahasa persatuan dan bahasa negara yang telah ditetapkan sebagai bahasa persatuan melalui Sumpah Pemuda pada tahun 1928 yang berbunyi “kami poetera dan poeteri idonesia mendjoen-djoen bahasa persatoean, bahasa indonesia” yang kemudian dikukuhkannya sebagai bahasa negara tepatnya pada tahun 1945. Dalam hal ini masih terdapat beberapa alasan lain mengapa bahasa indonesia menduduki tempat yang terkemuka antara ratusan bahasa Nusantara yang masih penting penuturannya sebagai bahasa ibu. Tetapi suatu bahasa didasari oleh patokan yaitu: jumlah penutur, luasnya penyebaran, dan peranannya sebagai sarana ilmu, seni sastra, dan pengungkapan budaya.

Pada patokan yang pertama yakni jumlah penutur, maka bahasa indonesia sebagai bahasa ibu, jumlah penuturnya mungkin tidak sebanyak bahasa jawa dan sundah, tetapi, jika pada jumlah itu ditambakan penutur dwibahasawan yang menggunakan bahasa indonesia sbagai bahasa pertama atau bahasa kedua, kedudukannya dalama deretan jumlah penutur berbagai bahsa indonesia ada di peringkat satu, hal ini disebabkan oleh berbagai hal arus pindah kekota besar, perkawinan antar suku, generasi muda golongan warga negara yang berketurunan asing ada yang tidak lagi merasa perlu meguasai bahasa leluhur, dan orang uta masa kini yang sama atau beda latar budayanya. 

Pada patok yang kedua, yakni luas penyebaran, jelas menempatkan bahasa indonesia dibaris depan, sebagai bahasa setempat, bahasa itu dipakai orang didaerah pantai timur sumatera utara, dikepulauan Riau dan Bangka, serta di daerah pantai Kalimantan. Yakni Melayu Indonesia yang bercampur dengan bahasa setempat, didapati di Jakarta, dan sekitarnya, Manado, Ternate, Ambon, Banda, Larantuka, dan Kupang. Sebagai bahasa kedua, pemencarannya dapat disaksikan dari ujung barat sampai ke ujung timur, dan dari pucuk utara sampai kebatas selatan negeri kita. 

Patok yang ketiga, yakni peranannya sebagai sarana ilmu seni sastra dan pengungkapan budaya, meunjukan bahwa bahasa indonesia teah benar – benar menjadi satu – atunya wahana dalam penyampaian ilmu pengetahuan serta media untuk pengungkapan sen sastra dan budaya bagi seluruh warga bahasa indonesia dengan latar belakang budaya serta bahsa daerah yang berbeda – beda. Bahasa indonesia memiliki kedudukan yang lebih penting dari bahasa daerah. Harus dicatat disini bahwa kedudukan yang penting itu sekai – kali, tidak di karenakan mutunya sebagai bahass, tidak karena besar – kecilnya jumlah kosakatanya atau keluwesan dalam tata kalimatnya, dan tidak pula karena keluwesan dalam tata kalimatnya dan tidak pula karena kemampuan daya ungkapnya, didalam sejarah manusia pemilihan suatu bahasa sebagai lingua franca, yakni bahasa perantara orang yang latar budayanya berbeda, bahasa kebangsaan, bahasa internasional. 

Fungsi kedudukan bahasa indonesia Fungsi bahasa yang utama dan pertama sudah terlihat dalam konsepsi bahasa di atas, yaitu fungsi komunikasi dalam bahasa berlaku bagi semua bahasa apapun dan dimanapun. Dalam berbagai literatur bahasa, ahli bahasa (linguis) bersepakat dengan fungsi-fungsi bahasa berikut:

1. fungsi ekspresi dalam bahasa
2. fungsi komunikasi dalam bahasa
3. fungsi adaptasi dan integrasi dalam bahasa
4. fungsi kontrol sosial (direktif dalam bahasa)

Di samping fungsi-fungsi utama tersebut, Gorys Keraf menambahkan beberapa fungsi lain sebagai pelengkap fungsi utama tersebut. Fungsi tambahan itu adalah:

1. Fungsi lebih mengenal kemampuan diri sendiri.
2. Fungsi lebih memahami orang lain
3. Fungsi belajar mengamati dunia, bidang ilmu di sekitar dengan cermat.
4. Fungsi mengembangkan proses berpikir yang jelas, runtut, teratur, terarah, dan logis;
5. Fungsi mengembangkan atau memengaruhi orang lain dengan baik dan menarik 
6. Fungsi mengembangkan kemungkinan kecerdasan ganda: 

Fungsi ekspresi
Fungsi pertama ini, pernyataan ekspresi diri, menyatakan sesuatu yang akan disampaikan oleh penulis atau pembicara sebagai eksistensi diri dengan maksud :
a. Menarik perhatian orang lain (persuasif dan provokatif),
b. Membebaskan diri dari semua tekanan dalam diri seperti emosi,
c. Melatih diri untuk menyampaikan suatu ide dengan baik.
d. Menunjukkan keberanian (convidence) penyampaikan ide.

Fungsi ekspresi diri itu saling terkait dalam aktifitas dan interaktif keseharian individu, prosesnya berkembang dari masa anak-anak, remaja, mahasiswa, dan dewasa.

Fungsi Komunikasi
Fungsi komunikasi merupakan fungsi bahasa yang kedua setelah fungsi ekspresi diri. Maksudnya, komunikasi tidak akan terwujud tanpa dimulai dengan ekspresi diri. Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi, yaitu komunikasi tidak akan sempurna jika ekspresi diri tidak diterima oleh orang lain. Oleh karena itu,komunikasi tercapai dengan baik bila ekspresi berterima, dengan kata lain, komunikasi berprasyarat pada ekspresi diri.

Fungsi integrasi dan adaptasi sosial
Fungsi peningkatan (integrasi) dan penyesuaian (adaptasi) diri dalam suatu lingkungan merupakan kekhususan dalam bersosialisasi baik dalam lingkungan sendiri maupun dalam lingkungan baru. Hal itu menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan sebagai sarana mampu menyatakan hidup bersama dalam suatu ikatan (masyarakat). 
Dengan demikian, bahasa itu merupakan suatu kekuatan yang berkorelasi dengan kekuatan orang lain dalam integritas sosial. Korelasi melalui bahasa itu memanfaatkan aturan-aturan bahasa yang disepakati sehingga manusia berhasil membaurkan diri dan menyesuaikan diri sebagai anggota suatu masyarakat.

Fungsi kontrol sosial
Kontrol sosial sebagai fungsi bahasa bermaksud memengaruhi perilaku dan tindakan orang dalam masyarakat, sehingga seseorang itu terlibat dalam komunikasi dan dapat saling memahami. Perilaku dan tindakan itu berkembang ke arah positif dalam masyarakat. Hal positif itu terlihat melalui kontribusi dan masukan yang positif. Bahkan, kritikan yang tajam dapat berterima dengan hati yang lapang jika kata-kata dan sikap baik memberikan kesan yang tulus tanpa prasangka.

Dengan kontrol sosial, bahasa mempunyai relasi dengan proses sosial suatu masyarakat seperti keahlian bicara, penerus tradisi atau kebudayaan, pengindentifikasi diri, dan penanam rasa keterlibatan (sense of belonging) pada masyarakat bahasanya. 

Fungsi membentuk karakter diri Fungsi membangun dan mengembangkan profesi diri
Fungsi menciptakan berbagai kreativitas baru (Widiono, 2005: 11-18)Masih banyak fungsi bahasa yang lain dalam bahasa Indonesia khususnya, fungsi bahasa dapat dikembangkan atau dipertegas lagi ke dalam kedudukan atau posisi bahasa Indonesia. 

2.2 Fungsi Bahasa Indonesia Dalam Kedudukan Sebagai Bahasa Nasional Dan Bahasa Negara
Untuk bahasa indonesia, tentu saja bahasa indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting karena bahasa indonesia berkedudukan sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara sekaligus, bahasa indonesia sebagai bahasa persatuan mempunyai fungsi yang merupakan lambang kebangaan dan identitas nasional, dan sebagai alat pemersatu antara suku – suku bangsa yang berbeda latar belakang sosial budaya dan bahasanya.

Sebagai bahasa nasional
1. Bahasa indonesia sebagai identitas nasional 
Keduduka pertama kali dari kedudukan bahasa indonesia sebagai bahasa nasional dibuktikan dengan digunakannya bahasa indonesia dalam bulir – bulir supah pemuda. Yang berbunyi :”Kami poetera dan poeteri indonesia mangakoe bertoempah darah satoe, Tanah Air Indonesia. Kai poetera dan poeteri indonesia mengakoe berbangsa satoe, Bangsa Indonesia. Kami poetera dan poeteri indonesia mendjoeng bahasa persatoean,Bahasa Indonesia.”

2. Bahasa Indonesia sebagai Kebanggaan Bangsa.
Kedudukan kedua dari kedudukan Bahasa indonesia sebagai bahaa Nasional dibuktian dengan masih digunakannya Bahasa indonesia hingga kii. Beda dengan negara – negara yang lain yang terjajah, mereka harus belajar dan menggunakan bahasa negara persemakmurannya. Seperti india, malaysia, yang harus bisa ber bahasa inggris.

3. Bahasa indonesia sebagai alat komunikasi.
Kedudukan ketiga dari kedudukan bahasa indonesia sebagai bahasa nasional dibuktikan dengan digunkannya bahasa indonesia dalam berbagai macam media komunikasi. Seperti buku, koran , acara, pertelevisian, siaran radio,website. Dan karena indonesia adalah negara yang memiliki beragam bahasa dan budaya, maka harus ada bahasa pemersatuan diantara semua itu. Hal ini juga berkaitan dengan kedudukan keempat dari kedudukan bahasa indonesia ebagai bahasa nasional sebagai alat pemersatu bangsa yang berbeda suku, agaman,ras,adat istiadat dan budaya. 

4. Bahasa indonesia sebagai alat pemersatu bangsa yang berbeda suku, agama, ras aat istiadat dan budaya.

Sebagai bahasa negara 
pada tanggal 25-28 febuari 1975, hasil perumusan seminar politik bahasa indonesia yang diselenggarakan di jakarta, dikemukakan kedudukan bahaa indonesia bahasa negara adalah: 

1. Bahasa indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan.
Keudukan utama dari kedudukan bahasa indonesia sebagai bahasa negara dibuktikan degan digunakannya bahasa indonesia dalam naska proklamsi kemerdekaan 1945, mulai saat itu dipakailah bahasa indonesia dalam setiap upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

2. Bahasa indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan.
Kedudukan kedua dari kedudukan bahasa indonesia sebagai bahasa negara telah dibuktikan dengan pemakaian bahasa indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan dari taman kanak – kanak, maka materi pelajaran yang berbentuk media cetak juga harus berbahasa indonesia. Cara ini akan sangat membantu dalam meningkatkan perkembangan bahasa indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknoligi (iptek).

3. Bahasa indonesia sebagai penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan 
Kedudukan ketiga untuk kedudukan bahasa indonesia sebagai bahasa negara dibukikan dengan digunakannya bahasa indonesia dalam hubungan dengan badan pemerintah dan dengan penyebarlusan informasi kepada masyarakat. Hendaknya dengan ubungan seperti itu diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa, yang bertujuan supaya pesan yang telah disampaikan dapat dengan cepat tepat dan mudah diterima oleh masyarakat.

4. Bahasa indonesia sebagai penembangan kebudayaan nasional, ilmu dan teknologi.
Kedudukan keempat dari bahasa indonesia sebagai bahasa negara dibuktikan dengan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui buku – buku populer, majalah ilmiah, dan media cetak, karena tiak mungkin jika suatu buku yang menjelaskan tentang suatu kebudayaan daerah ditulis degan menggunakan bahasa daerah itu sendiri, dan menyebabkan orang lain belum tentu akan mengerti.

2.3 Pengertian Bahasa Indonesia Baku 
Ragam bahasa orang yang berpendidikan yakni bahasa dunia pendidikan, merupakan pokok yang sudah agak banyak ditelaah orang. Bahasa indonesia juga tumbuh dan berkembang dalam masyarakat multikultural. Oleh karena itu bahasa indonesia mempunyai varian atau ragam bahasa yang memiliki kaidah yang lengkap dibandingkan dengan bahasa yang lain, akibat perbedaan daerah penggunaan varian atau ragam akibat kelompok sosial penggunanya. Perbedaan varian atau ragam itu disatu sisi dapat dijadikan ciri yang lain dan merupakan perbedaan yang meunjukan dari mana daerah atau kelompok penutur berasal. Dan disisi lain hal tersebut merupakan hal yang jangal atau mengganggu dalam berinteraksi sosial antar kelompok yang menggunakan bahasa indonesia, maka untuk itu perlu ditetap ka bahasa indonesia baku yang mewakili setiap varian atau ragam yang ada. 

Dengan bahasa indonesia baku, kita dapat berinteraksi secara baik dengan teman dari berbagai daerah, itu sebabnya pemerintah selalu mengupayakan pembakuan bahasa, baik ejaan, kosakata, maupun tata bahasannya, agar komunikasi antara orang indonesia dari daerah yang satu dan orang indonesia dari daerah lain berjalan lancar, tanpa salah pengertian.

Dalam memiih inti bersama varian atau ragam bahasa indonesia mempunyai keunggulan dalam dua hal yaitu jankauan wilayah penggunaan bahasa indonesia baku dapat digunakan diwilayah sangat luas jangkauannya, dan bahasa indonesia baku dapat digunakan diwilayah dalam kurun waktu yang relatif. 

2.4 Ciri – Ciri Bahasa Indonesia Baku 
Bahasa indonesia baku memiliki ciri yang meiliki kaidah dan aturan yang tetap, yang digunakan dalam berinteraksi secara tepat kepada sesama daerah atau pun daerah lain,bahasa indonesia memiliki jangkauan luas yang digunakan pada waktu yang relatif dalam berinteraksi.

Ciri – ciri bahasa indonesia baku yang pertama yaitu ragam bahasa standart memiliki sifat kemantapan dinamis, yang berupa kaidah dan aturan yang tetap. Baku atau standart tidak dapat diubah – ubah setiap saat, dalam kaidah pembentukan kata yang memunculkan bentuk perasa dan perumus dengan taat asa harus dapat menghasilkan bentuk perajin dan perusak , bukan pengerajian dan pengerusak.kehomoniman yang timbul akibat penerapan kaidah itu tidak alasan yang cukup kuat untuk menghalalkan penyimpagan itu bahasa mana pun tidak dapat luput dari kehomoniman. Dan untuk pihak lain kemantapan itu tidak kaku, dan cukup luwes sehingga memungkinkan perubahan yang bersistem dan teratur dibidang kosakata dan peristilahan serta mengizinkan perkembangan berjenis ragam dan diperlukan dalam kehidupan modern. 

Ciri – ciri bahasa indonesia baku yang kedua yang menanai bahasa baku ialah sifat kecendekiaan-nya yang merupaka perwujudannya dalam kalimat,paragraf, dan satuan bahasa lain yang lebih besar menggungkapkan penalaran atau pemikiran, yang lebih teratu, logis, dan masuk akal. Proses pencendekiaan bahasa itu amat sangat penting karena pengenalan ilmu dan teknologi modern, yang kini pada umumnya masih bersumber atau berasal dari bahasa asin, dan harus dilangsungkan dengan menggunakan buku bahasa indonesia. Akan tetapi dikarenakan proses bernalar secara cendikia yang memiliki sifat semesta dan bukan merupakan monopoli dalam suatu bangsa semata – mata, pencendekiaan bahasa indonesia kini tida lagi perlu diartikan sebagai pembaratan bahasa.

Pada bahasa baku atau standar beranggapan adanya keseragaman, dalam proses pembakuan sampai taraf tertentu berarti proses penyeragaman variasi bahasa. Beberapa ciri diatas dan yang terakhir merupakan ciri ketiga ragam bahasa yang baku.

2.5 Pengertian Bahasa Indonesia Nonbaku
Bahasa indonesia non baku merupakan ragam bahasa yang sering dipakai untuk sehari – hari pada saat acar tidak resmi atau tidak formal, dalam menggunakan bahasa non baku kita harus menyesuaikan dengan konteks pemilihannya. Agar pemilihan bahasa yang tepat sesuai dengan konteks situasi yang menunjukan kecakapan kita dalam menggunakan bahasa indonesia. 

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN 
Indonesia kini tumbuh dan berkembang dalam bahasa yang beragam, dan sebagian besar orang indonesia menguasai atau menggunakan beberapa bahasa sekaligus. Bahasa yang dipakai seperti bahasa indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing memiliki kedudukan dan fungsi tertentu, Bahasa – bahasa indonesia dikelompokan menjadi tiga bahasa yaitu, bahasa persatuan dan bahasa negara, bahasa daerah, serta bahasa asing. Bahasa indonesia merupakan bahasa persatuan dan bahasa negara yang telah ditetapkan sebagai bahasa persatuan melalui Sumpah Pemuda pada tahun 1928 yang berbunyi “kami poetera dan poeteri idonesia mendjoen-djoen bahasa persatoean, bahasa indonesia” yang kemudian dikukuhkannya sebagai bahasa negara tepatnya pada tahun 1945.

Fungsi kedudukan bahasa indonesia Fungsi bahasa yang utama dan pertama sudah terlihat dalam konsepsi bahasa di atas, yaitu fungsi komunikasi dalam bahasa berlaku bagi semua bahasa apapun dan dimanapun. Dalam berbagai literatur bahasa, ahli bahasa (linguis) bersepakat dengan fungsi-fungsi bahasa berikut:

1. fungsi ekspresi dalam bahasa
2. fungsi komunikasi dalam bahasa
3. fungsi adaptasi dan integrasi dalam bahasa
4. fungsi kontrol sosial (direktif dalam bahasa)

bahasa indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting karena bahasa indonesia berkedudukan sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara sekaligus, bahasa indonesia sebagai bahasa persatuan mempunyai fungsi yang merupakan lambang kebangaan dan identitas nasional, dan sebagai alat pemersatu antara suku – suku bangsa yang berbeda latar belakang sosial budaya dan bahasanya.

pada tanggal 25-28 febuari 1975, hasil perumusan seminar politik bahasa indonesia yang diselenggarakan di jakarta, dikemukakan kedudukan bahaa indonesia bahasa negara Ragam bahasa orang yang berpendidikan yakni bahasa dunia pendidikan, merupakan pokok yang sudah agak banyak ditelaah orang varian atau ragam bahasa indonesia mempunyai keunggulan dalam dua hal yaitu jankauan wilayah penggunaan bahasa indonesia baku dapat digunakan diwilayah sangat luas jangkauannya, dan bahasa indonesia baku dapat digunakan diwilayah dalam kurun waktu yang relatif.

Ciri – ciri bahasa indonesia baku yang pertama yaitu ragam bahasa standart memiliki sifat kemantapan dinamis, yang berupa kaidah dan aturan yang tetap, Ciri – ciri bahasa indonesia baku yang kedua yang menanai bahasa baku ialah sifat kecendekiaan-nya yang merupaka perwujudannya dalam kalimat,paragraf, dan satuan bahasa lain yang lebih besar menggungkapkan penalaran atau pemikiran, yang lebih teratu, logis, dan masuk akal.

Bahasa indonesia non baku merupakan ragam bahasa yang sering dipakai untu sehari – hari pada saat acar tidak resmi atau tidak formal, dalam menggunakan bahasa non baku kita harus menyesuaikan dengan konteks pemilihannya.

3.2 SARAN

Kedudukan bahasa indonesia telah menjadi bahasa utama, bahasa indonesia mempunyai fungsi dan keunggulah tertentu yang sudah disepakati oleh negara, hendaknya kita dalam menggunakan bahasa harus mengetahui posisi kedudukan kita atau situasi kita, dalam situasi formal kita harus menggunakan bahasa indonesia yang formal sesuai dengan yang sudah ditentukan, dan dalam situasi tidak frmal kita juga harus menyesuaikan diri atau menggunakan bahasa non- baku dan dikomunikasikan bersama teman keluarga.

DAFTAR PUSTAKA

Abas, Lutfi.1967 . Pengantar Linguistik dan Tatabahasa Bahasa Indonesia I. Bandung : Jajasan Penerbit Universitas Padjadjaran. 
Alisyahbana, S . T . (1984a). “the Problem of Minority Languagein the Overall Linguistic Problem of Our Time “. In Colmas, F. linguistic Minorities and Literacy, Berlin: Mouton publishers

Facebook Comment