FILSAFAT PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah habis dibicarakan dari sisi keberadaannya, interaksinya dengan sesamanya, kebudayaannya, mau pun keinginannya untuk mengembangkan diri dan kemampuanya. Dalam proses pengembangan diri salah satu jalan yang ditempuh manusia adalah pendidikan. Pendidikan merupakan wacana keseharian manusia yang tidak akan pernah habis dibahas karena keberadaannya yang tidak dapat dilepaskan dari keberadaan manusia. Hal itu terjadi disebabkan oleh visi filosofnya yang melihat manusia itu sebagai pelaku dan sasaran pendidikan, atau sering diistilahkan subjek dan objek pendidikan serta the central agent of education dan sebagai the agent of change.

Filsafat merupakan pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumanya. Filsafat merupakan teori yang mendasari alam pikiran atau sesuatu kegiatan. Filsafat merupakan ilmu yang berintikan logika, etika, metafisika, dan epistemologi (Alwi, dkk., 2003 : 317). Dapat pula dikatakan bahwa filsafat pengetahuan tentang hakikat yang ada di dunia. Filsafat memberi wawasan konseptual tentang teori, metode, dan asumsi-asumsi yang dimiliki suatu ilmu. Dengan demikian, setiap disiplin ilmu memerlukan filsafat untuk menguji kebenarannya.

Salah satu disiplin ilmu yang dimaksud dalam reviuw buku ini adalah filsafat pendidikan. Masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah sekitar pendidikan dan ilmu pendidikan. Kiranya kegiatan pendidikan bukanlah sekedar gejala sosial yang bersifat rasional semata mengingat kita mengharapkan pendidikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia, lebih-lebih untuk anak-anak kita masing-masing. Ilmu pendidikan secara umum tidak begitu maju ketimbang ilmu-ilmu sosial dan biologi tetapi tidak berarti bahwa ilmu pendidikan itu sekedar ilmu atau suatu studi terapan berdasarkan hasil-hasil yang dicapai oleh ilmu-ilmu sosial dan atau ilmu perilaku. 

Filsafat dibutuhkan manusia dalam upaya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam berbagai bidang lapangan kehidupan manusia, jawaban itu merupakan hasil pemikiran yang sistematis, integral, menyeluruh dan mendasar. Jawaban seperti itu juga digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang menyangkut berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk bidang pendidikan. Oleh karena itu, melalui tulisan dalam bentuk reviuw ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan mengenai hakikat filsafat pendidikan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana hasil critical book report pertama?
2. Bagaimana hasil critical book report kedua?
3. Bagaimana hasil critical book report ketiga?
4. Bagaimana hasil perbandingan dari ketiga buku tersebut?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui hasil critical book report pertama?
2. Mengetahui hasil critical book report pertama?
3. Mengetahui hasil critical book report ketiga?
4. Mengetahui hasil perbandingan dari ketiga buku tersebut dan dapat mengidentifikasi buku mana yang lebih layak untuk digunakan dalam proses belajar mengajar?


BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Identitas Buku

· Buku Utama (Buku Diktat) 
Judul Buku:Filsafat Pendidikan 
NO.ISBN:978-602-7938-38-0 
Nama Pengarang:Dr.Edward Purba,MA & Prof.Dr.Yusnadi,MS 
Penerbit:Unimed Press 
Tahun Terbit:2017 
Jumlah Halaman:180 halaman 
Bahasa Teks:Bahasa Indonesia 
Warna Buku:Biru 

· Buku Kedua (Buku Pembanding) 
Judul Buku:Filsafat Ilmu Pendidikan 
NO.ISBN:979-692-027-1 
Nama Pengarang:Drs.Redja Mudyahardjo 
Penerbit:PT.REMAJA ROSDAKARYA 
Tahun Terbit:2004 
Edisi:3 
Jumlah halaman:246 halaman 
Bahasa:Bahasa Indonesia 
Warna Buku:Pink 


· Buku ketiga(Buku Pembanding)
1. Judul Buku : Filsafat Pendidikan; Manusia, Filsafat, dan Pendidikan
2. Pengarang : Prof. Dr. H. Jalaluddin & Drs. Abdullah Idi, M. Ed.
3. Penerbit : Gaya Media Pratama Jakarta
4. Tempat/Tahun Terbit : Jakarta, 1997
5. Isi : 7 Bab
6. Warna Buku :Biru
7. Ukuran Buku :
· Ketebalan Buku : 1,3 cm 
· Jumlah Halaman : 172 halaman
· Panjang : 1,7 Cm
· Lebar :15 Cm

2.2 Ringkasan Isi Buku
Ø Buku utama(Buku Diktat)
Pengertian Filsafat Pendidikan adalah Suatu proses,dimana pendidikan merupakan usaha sadar dan penuh tanggung jawab dari orang dewasa dalam membimbing,memimpin,dan mengarahkan peserta didik dengan problema atau persoalan dan pertanyaan yang timbul dalam pelaksanaannya.Pada buku Utama ini,filsafat diberikan pengertian menurut bebrapa ahli yang dapat kita lihat di dalam buku.Kemudian didalam filsafat pendidikan dibahas juga filsafat sebagai sistem,Filsafat sebagai Substansi Filsafat Pendidikan,dan Hubungan filsafat dengan Filsafat pendidikan.Dimana hubungan filsafat dengan Filsafat pendidikan yaitu Filsafat merupakan pandangan hidup dari berbagai aspek kehidupan,termasuk pendidikan.Pendidikan berfungsi menanamkan dan mewariskan sistem-sistem norma berdasarkan filsafat yang dijunjungnya.Untuk menjamin agar pelaksanaan pendidikan efektif,maka dibutuhkan lah Filsafat,yaitu Filsafat Pendidikan. Dalam buku ini juga membahas tentang aliran-aliran Filsafat pendidikan yaitu:
  1. Filsafat Pendidikan Idealisme : Kenyataan tersusun atas gagasan-gagasan(ide-ide) atau spirit.Inti yang penting dari aliran ini adalah manusia menganggap roh atau sukma lebih berharga dan lebih tinggi dibandingkan dengan materi kehidupan manusia,roh itu pada dasarnya dianggap suatu hakikat sebenarnya.
  2. Filsafat Pendidikan Realisme : Percaya bahwa dengan sesuatu atau lain cara,ada hal-hal yang adanya terdapat di dalam dan tentang dirinya sendiri,dan yang hakekatnya tidak terpengaruh oleh seseorang
  3. Filsafat Pendidikan Materialisme : Berisi tentang ajaran kebendaan,dimana benda merupakan sumber segalanya,sedangkan yang dikatakan materialistis mementingkan kebendaan menurut menurut materialisme
  4. Filsafat Pendidikan Pragmatisme : makna dari segala sesuatu tergantung dari hubungannya dengan apa yang dapat dilakukan
  5. Filsafat Pendidikan Eksistensialisme : filsafat ini memfokuskan pada pengalaman-pengalaman individu
  6. Filsafat Pendidikan Progresivisme : kehidupan manusia terus menerus berkembang dalam suatu arah yang positif
  7. Filsafat Pendidikan Perenialisme : menekankan perubahan dan sesuatu yang baru
  8. Filsafat Pendidikan Esensialisme : peserta didik dipandang sebagai manusia yang memiliki kemampuan yang dapat berkembang dengan baik apabila dilibatkan secara aktif dan dengan penuh semangat dan motivasi dalam aktivitas pembelajaran
  9. Filsafat pendidikan Rekonstruksionisme : kelanjutan yang logis dari cara berfikir progresifisme dalam pendidikan.
Dalam pembahasan Filsafat Pendidikan di bahas juga tentang pandangan-pandangan filsafat,dan dalam setiap pandangan-pandangan tersebut di jelaskan secara rinci maksud dan tujuan dari masing-masing pandangan menurut filsafat pendidikan. Setelah dibahas tentang pandangan lemudian filsafat juga membahas tentang Hakekat dari pada Ilmu pendidikan.

Ø Buku Kedua(Buku Pembanding)
Dalam buku pembanding ini Filsafat diartikan sebagai Filsafat Khusus atau Filsafat Terapan,dimana terdapat objek kenyataan salah satu aspek kehidupan manusia yang penting (misal:hukum,sejarah,seni,ilmu,pendidikan,dsb.).Kemudian pada buku ini di bahas tentang Cabang-cabang Filsafat Khusus :Filsafat Hukum,Filsafat Sejarah,Filsafat Seni,Filsafat Moral,Filsafat Sosial,Filsafat Olahraga,Filsafat Religi,Filsafat Logika,Filsafat Ilmu,Filsafat Pendidikan.

Objek Filsafat Ilmu Pendidikan:
· Ontologi (hakikat substansi dan pola)
· Epistemologi (objek formal dan material)
· Metodologi (cara-cara kerja/penyusunan)
· Aksiologi (nilai kegunaan) 

Dalam filsafat diberikan juga pengertian dari pada ilmu pendidikan yaitu sebuah sistem pengetahuan tentang Pendidikan yang diperoleh melalui riset yang disajikan dalam bentuk konsep-konsep pendidikan.Keseluruhan konsep yang menjadi isi sebuah ilmu ditata secara sistematis menjadi satu kesatuan yang disebut skema konseptual.
Konsep-konsep yang terkandung dalam Ilmu Pendidikan tersusun dalam sebuah struktur organisasi konsep yang hierarkis,didasarkan pada klasifikasi dan definisi.Senuah konsep pendidikan dikatakan baik apabila konsep tersebut bermakna signifikan.

Pada Objek formal merupakan bidang yang menjadi garapan langsung riset pendidikan.Objek formal Ilmu Pendidikan adalah pendidikan,yang dapat diartikan secara maha luas,sempit,dan luas terbatas. Objek Material adalah aspek-aspek atau hal-hal yang menjadi garapan langsung riset pendidikan.Objek material yang dimaksud disini yaitu berupa situasi pendidikan yang mencakup unsur-unsur :tujuan pendidikan,peserta didik,pendidik,hubungan pendidikan,alat pendidikan,dan lingkungan pendidikan.

Pada bab selanjutnya filsafat membahas tentang Metedologi ilmu pada sebelum abad 19 dan 20,dimana Filsafat Ilmu merupakan contoh induktivisme,yaitu sebuah pandangan yang menekankan pentingnya penalaran induktif bagi ilmu.Dalam hubungannya dengan pola penemuan,posisi penganut induktivisme berada dalam garis pandangan bahwa penyelidikan ilmiah adalah generalisasi induktif dari hasil-hasil observasi dan eksperimen.

Pada metodologi pendidikan dilakukan dua riset yaitu riset kualitatif dan kuantitatif.Selain itu juga membahas tentang Aksiologi kegunaan secara teoritis dan praktis.

Ø Buku Ketiga(Buku Pembanding)
Buku ini menganalisis filsafat dalam pengertian umum dan filsafat pendidikan dalam pengertian khusus. Secara khusus pula, buk ini mengkaji tentang sejarah perkembangan filsafat pada zaman klasik hingga zaman modern beserta munculnya aliran-aliran filsafat pendidikan modern. Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia, filsafat pendidikan nasional, dikaji secara rinci pula, dengan melihat hubungan Pancasila denga sistem pendidikan yang ditinjau dari filsafat pendidikan.

Kajian lainnya adalah betapa pentingnya hubungan filsafat pendidikan dengan kepribadian individu, bangsa, dan hubungan filsafat dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Karena kemajuan peradaban manusia ditentukan-sebagaian besar oleh budaya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), maka sarana yang paling efektif dalam pengembangan dan peningkatan SDM adalah pendidikan.

Kata filsafat atau falsafat, berasal dar bahasa Yunani. Kalimat ini berasal dari kata Philosophia yang berarti cinta pengetahuan. Terdiri dari kata philos yang berarti cinta, senang, suka, dan kata sophia berarti pengetahuan, hikmah, dan kebijaksanaan (Ali, 1986 : 7). Hasan Shadily (1984 : 9) mengatakan bahwa filsafat menurut asal katanya adalah cinta akan kebenaran. Dengan demikian dapat ditarik suatu pengertian bahwa filsafat adalah cinta kepada ilmu pengetahuan atau kebenaran, suka kepada hikmah dan kebijaksanaan. Jadi orang yang berfilsafat adalah orang yang mencintai kebenaran, berilmu pengetahuan, ahli hikmah dan bijaksana. Orang yang ahli dalam berfilsafat disebut philosopher (Inggris), dan orang arab menyebutnya Failasuf, kemudian dalam bahasa Indonesia manjadi filosof. Pemikiran secara filsafat sering diistilakan dengan pemikiran filosofis.

Dengan demikian kebenaran filsafat adalah kebenaran yang relatif. Artinya kebenaran itu sendiri selalu mengalami perkembangan sesuai dengan perubahan zaman dan peradaban manusia.

Selanjutnya pada pembahasan Ruang Lingkup Bahasan Filsafat Pendidikan di berikan objek filsafat pendidikan yaitu:
  1. Ontologi ilmu pendidikan, membahas tentang hakekat substansi dan pola organisasi ilmu pendidikan.
  2. Epistemologi ilmu pendidikan, membahas tentang hakekat objek formal dan material ilmu pendidikan.
  3. Metodologi ilmu pendidikan, membahas tentang hakekat cara-cara kerja dalam menyusun ilmu pendidikan, dan
  4. Aksiologi ilmu pendidikan, membahas tentang hakekat nilai kegunaan teoritis dan praktis ilmu pendidikan.
Dan latar belakang munculnya filsafat yaitu filsafat Barat bermula di Yunani. Bangsa Yunani mulai mempergunakan akal ketika mempertanyakan mitos yang berkembang di masyarakat sekitar abad VI SM. Perkembangan pemikiran ini menandai usaha manusia untuk mempergunakan akal dalam memahami segala sesuatu. Pemikiran Yunani sebagai embrio filsafat Barat berkembang menjadi titik tolak pemikiran Barat abad pertengahan, modern dan masa berikutnya. Adapun ruang lingkup filsafat membahas tentang hubungan antara Filsafat, Manusia dan Pendidikan, dan Filsafat Pendidikan Pancasila.


2.3 Kelemahan Buku
· Buku Pertama:
Buku filsafat pendidikan dari Edward Purba tidak memberikan soal-soal latihan atau pengayaan kepada mahasiswa,dimana soal-soal tersebut dapat membantu mahasiswa untuk lebih memahami isi dari pada setiap materi yang dijelaskan.

· Buku kedua:
Pada buku filsafat oleh Redja Mudyahardjo memiliki warna buku yang kurang menarik,sehingga ketertarikan si pembaca untuk mulai memahami nya kurang,sehingga materi yang disajikan oleh buku filsafat tersebut tidak dapat di pahami dengan baik.

Tampilan dari sebuah buku yang akan di pelajari juga sangat berpengaruh bagi si pembaca,karena tampilan atau gambar yang diberikan si penulis tidak menarik.

· Buku Ketiga:
Sistematika penulisan pada buku Filsafat Pendidikan ini tidak tersusun secara hirarki berdasarkan subpokok bahasan dan tidak diberikan penomoran, sehingga menimbulkan kekeliruan untuk mengikuti alur pemikiran pengaran.Buku ini tidak cocok untuk pembaca pemula karena bahasa yang digunakan tidak sederhana dan banyak mengutip bahasa asing dalam menegaskan setiap topik pembahasannya.

Pada buku ini terdapat beberapa kesalahan, baik kesalahan struktur, penulisan kata yang tidak baku, dan kesalahan penulisan EYD. Begitupun dalam menguraikan subpokok bahasan yang satu dengan lainnya terkadang berulang dijelaskan. Banyak hal-hal yang dibahas dalam buku ini memilki makna yang ambiguitas.

1.1 Kelebihan Buku
· Buku Pertama
Pada buku filsafat terbitan Edward Purba,memiliki sampul yang menarik,dan warna yang mnarik juga,sehingga si pembaca tertarik untuk membacanya.Bahasa Yang digunakan mudah di pahami dan pembahasan nya secara singkat dan rinci.

· Buku Kedua
Pada buku terbitan ini banyak kita temukan kosakta yang baru,sehingga menambah wawasan si pembaca terhadap materi.Kemudian memberikan tampilan sampul gambar yang menarik.

· Buku Ketiga
Pada buku ini disusun dan didesain sedemikian rupa sehingga menampakkan model yang menarik, terutama menarik perhatian untuk membacannya. Telah banyak buku Filsafat Pendidikan yang terbit dengan penulis yang berbeda, tetapi pada dasarnya isi yang dikandungnya adalah sama. Namun, dalam buku ini banyak perbedaan dari beberapa buku yang telah terbit terdahulu.

Buku ini juga banyak memuat kisahan pengalaman penulis dalam menguraikan ide-idenya dalam buku ini, sehingga dengan sendirinya menarik pembaca untuk ikut dalam situasi yang dirasakan penulis. Hal ini memberikan ketertarikan tersendiri bagi yang menbacanya karena langsung bersentuhan dengan kehidupan keseharian manusia.

Buku ini mengarahkan pembaca untuk memahami secara detail tentang filsafat secara umum sampai pada filsafat yang lebih khusus. Pada buku ini juga ditemukan beberapa konsep yang memberikan acuan bagi pembaca dalam membandingkan kondisi yang terjadi pada bangsa kita sendiri dengan bangsa lain yang ada di belahan dunia ini, sehinga pembaca tertantang untuk menemukan jawaban dari apa yang selama ini menjadi teka-teki bagi diri pembaca itu sendiri.

2.4 Perbedaan Ketiga Buku
Beda ketiga buku ini adalah tampak dari cara pembahasan,penyajian materi dan cakupan materi yang dibahas.Perbedaan juga tampak dari warna tampilan,gaya bahasa masing-masing buku,dan gambar tampilan yang diberikan oleh setiap pengarang.

Dan setiap buku diberikan perbedaan teori atau pendapat dari setiap ahli yang mengemukakan pendapat mereka melalui pengertian filsafat.Tetapi makna dan maksud dari pendapat mereka adalah sama.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Masalah-masalah pendidikan adalah masalah yang berhubungan dengan manusia, baik sebagai kodrat ciptaan Tuhan, maupun sebagai mahluk individu dan mahluk sosial,Pendidikan dapat menerima masukan dari wawasan filsafat yang meliputi wawasan otologi, epistemologi, dan aksiologi, serta berbagai macam aliran yang ada di dalamnya.

Konsep-konsep pendidikan dalam kehidupan manusia memperoleh sumbangan yang besar dan sangat berharga dari sistem filsafat manusia berupa landasan filosofis dan sosiologis dalam perumusan tujuan, materi, metode dan alat, serta lingkungan pendidikan dan sistem pendidikan. Kesemuanya itu, harus diiplementasikan oleh kalangan pendidik dari individu sampai kepada penyelenggara dalam struktur kenegaraan terhadap peserta didik secara individu dan kelompok dengan memperhatikan kompetensi dan potensi yang dimikinya

Landasan filsafat pendidikan memberi perspektif filosofis yang seyogyanya merupakan “kacamata” yang dipakai dalam memandang dan menyikapi persoalan-persoalan terhadap pendidikan bangsa ini.

3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, diajukan saran sehubungan dengan hasil reviuw buku ini, yaitu hendaknya mengembangkan penulisan tentang Filsafat Pendidikan khususnya Mahasiswa Program Pascasarjana, mengingat masih banyak persoalan yang belum tuntas dan masih perlu dibahas. Selanjutnya, semoga reviw buku Filsafat Pendidikan ini bisa memberikan tambahan wawasan bagi yang membacanya sekaligus memperkaya khasanah kita sebagai kaum intelektual yang berlatarkan Pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Edward,Purba & Yusnaidi (2017).Filsafat Pendidikan. Medan : Unimed Press
Mudyahardjo,Redja (2004).Filsafat Ilmu Pendidikan.Bandung: Pt.Remaja rosdakaraya
Jalaluddin,H & Idi,Abdullah (1997).Jakarta: Gaya Media Pratama

Facebook Comment