Makalah Peranan Mahasiswa Dalam Pembangunan Berkelanjutan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa harus mengurangi kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan dari generasi yang akan datang. Pembangunan berkelanjutan harus memerhatikan pemanfaatan lingkungan hidup dan kelestarian lingkungannya agar kualitas lingkungan tetap terjaga. Kelestarian lingkungan yang tidak dijaga, akan menyebabkan daya dukung lingkungan berkurang, atau bahkan akan hilang. Pembangunan berkelanjutan mengandung arti sudah tercapainya keadilan sosial dari generasi ke generasi. Dilihat dari pengertian lainnya, pembangunan berkelanjutan sebagai pembangunan nasional yang melestarikan fungsi dan kemampuan ekosistem. 

B.  Rumusan Masalah 
1. Apa Peranan Mahasiswa Dalam Pembangunan berkelanjutan 
2. Ciri-Ciri Pembangunan Berkelanjutan
3. Apa Opini dan Argumentasi Mahasiswa
 
BAB II 
PEMBAHASAN
A. Peranan Mahasiswa Dalam Pembangunan berkelanjutan
Apanila yang terlintas dibenak kita ketika kita mendengar kata “mahasiswa”, mungkin tidak hanya satu jawaban yang akan terucap dari banyak orang dengan beranekaragam latar belakang pendidikan. Mahasiswa merupakan sebuah status yang disandang seseorang ketika ia menjalani pendidikan formal pada sebuah perguruan tinggi.

Seseorang dapat dikatakan sebagai seorang mahasisawa apabila ia tecatat sebagai mahasiswa secara administrasi sebuah perguruan tinggi yang tentunya mengikuti kegiatan belajar dan mengajar serta kegiatan lainnya.

Status ini menjadi mutlak apabila kita bicara dalam konteks pendidikan formal. Ternyata dibalik status itu masih banyak sekali peranan seorang yang menyandang status mahasiswa untuk menunjukan perannya pada kehidupan masyarakat terlebih lagi pada tingkat kehidupan berbangsa dan bernegara. Sejarah membuktukan bagaimana kekuatan mahasiswa dalam pergantian rezim yang dictator menuju perubahan kearah lebih baik, sebagai contoh gerakan mahasiswa bersama komponen bangsa lainnya yang ketika itu masyarakat, parpol dan ABRI dalam menyuarakan TRITURA (Tiga Tuntutan Rakyat) yang berhasil menggantikan rezim kekuasaan saat itu yang dinilai cenderung terlalu berpihak pada haluan kiri. Kemudian bagaimana peristiwa Malari (Petaka Lima Belas Januari) yang dimotori oleh Hariman Siregar yang notabene sebagai mahasiswa kedokteran Universitas Indonesia, dan masih membekas di ingatan kita ketika kekuatan mahasiswa untuk menggulingkan rezim orde baru yang otoriter telah bekuasa selama 32 tahun. Itu merupakan bukti-bukti nyata dimana mahasiswa menunjukan peranannya dikancah perpolitikan nasional yang tentunya untuk menciptakan keselarasan menuju masyaarakat yang makmur sentosa, meskipun sampai sekarang buah tangan dari perjuangan mahasiswa tersebut masih jauh panggang dari api. Sehingga dapat disimuplkan bahwa kekuatan mahasiswa dalam berkancah polotik nasioanal menjadi patut diperhitungkan sebagai gerakan yang murni membela kepentingan rakyat semata.

B. Ciri-Ciri Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan yang berkelanjutan harus mencerminkan tindakan yang mampu melestarikan lingkungan alamnya. Pembangunan berkelanjutan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Memberi kemungkinan pada kelangsungan hidup dengan jalan melestarikan fungsi dan kemampuan ekosistem yang mendukungnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
  2. Memanfaatkan sumber daya alam dengan memanfaatkan teknologi yang tidak merusak lingkungan.
  3. Memberikan kesempatan kepada sektor dan kegiatan lainnya untuk berkembang bersama-sama di setiap daerah, baik dalam kurun waktu yang sama maupun kurun waktu yang berbeda secara berkesinambungan.
  4. Meningkatkan dan melestarikan kemampuan dan fungsi ekosistem untuk memasok, melindungi, serta mendukung sumber alam bagi kehidupan secara berkesinambungan.
  5. Menggunakan prosedur dan tata cara yang memerhatikan kelestarian fungsi dan mampuan ekosistem untuk mendukung kehidupan, baik masa kini maupun masa yang akan datang
Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup (1990), menggariskan kebijakan lingkungan dalam kaitannya dengan pembangunan yang berkelanjutan sebagai berikut.
· Menggiatkan kembali pertumbuhan. Pertumbuhan yang dimaksud adalah pertumbuhan ekonomi, yang mempunyai kaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Indikator untuk mengetahui kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari pendapatan per kapitanya. Negara yang sedang berkembang pertumbuhan minimum dari pendapatan nasional adalah 5 % per tahun.
  • Mengubah kualitas pertumbuhan yang berhubungan dengan tindakan pelestarian sumber daya alam, perbaikan pemerataan pendapatan, dan ketahanan terhadap berbagai krisis ekonomi.
  • Memenuhi kebutuhan dasar manusia, antara lain pangan, papan, sandang, energi, air, dan sanitasi harus dapat memenuhi standar minimum bagi golongan ekonomi lemah.
  • Memastikan tercapainya jumlah penduduk yang berkelanjutan. Jumlah penduduk yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan adalah penduduk yang stabil dan sesuai dengan daya dukung lingkungannya. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi (> 2% per tahun), seperti yang terjadi di negara-negara sedang berkembang perlu ada penurunan penduduk menuju tingkat pertumbuhan 0% (zero population growth).
  • Menjaga kelestarian dan meningkatkan sumber daya dengan penciptaan dan perluasan lapangan kerja, pelestarian, dan penggunaan energi secara efisien, pencegahan pencemaran (air dan udara) sedini mungkin.
  • Berorientasi pada teknologi dalam pengelolaan resiko, antara lain penciptaan inovasi teknologi dan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan.
  • Menggabungkan kepentingan lingkungan dan ekonomi dalam pengambilan keputusan. Misalnya, kebijakan efisiensi penggunaan energi dengan biaya produksi yang minimal dapat menggunakan energi semaksimal mungkin.
C. OPINI DAN ARGUMENTASI
Secara umum remaja dapat menentukan pola keterlibatannya secara bebas dalam proses pembangunan yang berkelanjutan. Namun, bertolak dari argument bahwa korupsi merupakan salah satu factor utama yang menghambat proses pembangunan berkelanjutan menuju kesejahteraan di NTT, maka sudah saatnya pemberantasan korupsi harus enjadi perhatian dari remaja.

Untuk itu ada 3(tiga) strategi yang bias di pergunakan oleh remaja secara komplementer, jika ingin terlibat dalam membangun gerakan gerakan untuk memberantas korupsi, yakni:
  1. Strategipreventif (pencegahan). Sifatnya adalah untuk mencegah, dan dpat di lakukan dengan; pertama, anda bukan pelaku korupsi. In dapat di lakukan dngan menolak segala pungutan yang tidak resmi. (jangan sekali-kali memberi suap contohnya uang rokok,uang sirih pinangdan jangan lakukan transaksi keuangan dengan tidak menggunakan bukti keuangan atau kwitansi). Kedua,lakukan kegiatan kampanye untuk mengajak masyarakat luas untuk melawan korupsi.
  2. Strategi detektif (deteksi dan identifikasi). Sifatnya adalah untuk meyelidiki atau mencari tahu apabila terdapat indikasi korupsi, di lakukan dengan: pertama, ajak masyarakat membangun komunitas kecil di masyarakat(tingkat RT,RW desa) dan buatlah diskusi rutin tentang pembangunan terutama pengawasan terhadap praktek korups. Kedua, bangunlah jaringan kerja yang kuat dalam upaya pengawasan korupsi dengan lembaga-lembaga atau orang-orang yang mempunyai kesamaan tujuan dalam pemberantasan korupsi. Ketiga, lakukan pengumpulan data apabila terdpat indikasi adanya perbuatan korupsi. Keempat, lakukan investigasi untuk mencaritahu segala bentuk pengelolaan keuangan untuk kepentingan public, baik itu asalnya,keuangannya, dan untuk apa.
  3. Strategi advokasi. strategi ini di maksudkn untuk membangun system yang kuat untuk menyelesaikan kasus korupsi secara hukum, dapat di lakukan dengan: yang pertam, laporkan setiap indikasi korupsi kepada polisi,ke jaksaan dan KPK (tugas polisi,jaksa dan KPK adalah untuk menyelidiki). Kedua, kawal atau pantau aparat penegak hukum dan terkait dengan kinerja mereka dalam penegkan hukum kasus korupsi. Ketiga, publikasikan di mediamasa (mediamasa cetak, elektronik maupun on-line) setiap indikasi korupsi.
BAB III
PENUTUP
Pada akhirnya perlu di ingat bahwa dalam upaya mewujudkan kesejaheraan rakyat, seharusnya moral senantiasa di jadikan sebagai panglima pembangunan di era orde lama. Pembangunan yang mensejahterakan rakyat mengalami kegagalan di era orde baru karena telah menjadikan ekonomi sebagai panglima pembangunan.

Facebook Comment