Makalah Komunikasi Antar Pribadi [Memori-Sensasi dan Persepsi]

BAB I
PENDAHULUAN
 
A. Latar Belakang
Setiap informasi akan diberi makna yang berlainan oleh orang yang berbeda. Proses penerimaan dan pengolahan informasi yang terjadi dalam diri manusia dikenal sebagai komunikasi antar pribdi. Dalam proses penerimaan informasi, alat indera merupakan faktor yang menentukan, karena setiap stimuli yang datang dari luar diri kita ditangkap melalui alat indera. Proses menangkap stimuli melalui alat indera ini disebut proses sensasi. Sensasi ini terjadi disebabkan oleh faktor-faktor personal seperti kapasitas alat indera, perbedaan pengalaman, lingkungan budaya dan faktor luar (situasional) yaitu stimulus yang datang ke alat indera kita.

Melalui alat inderalah manusia memperoleh pengetahuan dan semua kemampuan untuk berinteraksi dengan dunianya. Tanpa alat indera manusia tidak dengan sempurna dalam menjalani kehidupan ini. Di samping alat indera sebagai penerima stimulus harus di bantu oleh kemampuan otak untuk mengolah segala rangsangan yang diterima.

Dalam kehidupan sensasi, memori dan persepsi sangat penting, agar manusia mampu untuk belajar memanfaatkan banyaknya potensi, termasuk potensi untuk mengembangkan diri dalam berhubungan atau berkomunikasi dengan yang lain dan lingkungan dimana ia berada. Serta dapat menilai mana sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk.

B. Rumusan masalah
1. Bagaimana definisi memori, jenis-jenis, dan faktor-faktor dalam proses menggunakan memori?
2. Bagaimana definisi sensasi, jenis-jeni, dan faktor-faktor yang mempengaruhi sensasi?
3. Bagaimana defenisi persepsi, jenis-jenis dan faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang?

C. TUJUAN
Untuk mengetahui bagaimana jenis dan faktor-faktor yang mempengaruhi memori, sensasi, dan persepsi.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Memory
1. Pengertian Memory

Memory atau sering disebut ingatan adalah sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Memori akan dipelajari lebih mendalam di psikologi kognitif dan ilmu saraf. Pada umumnya para ahli memandang memori sebagai hubungan antara pengalaman dengan masa lampau. Apa yang telah diingat adalah hal yang pernah dialami, pernah dipersepsinya, dan hal tersebut pernah dimasukkan kedalam jiwanya dan disimpan, kemudian pada suatu waktu kejadian itu ditimbulkan kembali dalam kesadaran. Memori merupakan kemampuan untuk menerima dan memasukkan (learning), menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali apa yang pernah dialami (remembering).

2. Jenis-jenis Memory
Menurut Richard Atkinson dan Richrd Shiffirin (dalam matiin, 1998) ingatan di simpan dalam 3 sistem penyimpanan informasi yaitu:

1) Memori Sensori
Memori sensori adalah ingatan yang berkaitan dengan penyimpanan informasi sementara yang dibawa oleh panca indra. Setiap pancaindra memiliki satu macam memori sensoris. Memori sensoris adalah informasi sensoris yang masih tersisa sesaat setelah stimulus diambil.

Jadi, di dalam diri manusia ada beberapa macam sensorik-motorik yaitu sensorik-motorik visual (penglihatan), sensorik-motorik audio (pendengaran), dan sebagainya. Memori sensorik cukup pendek, dan biasanya akan menghilang segera setelah apa yang kit rasakan berakhir. Sebagai contoh, ketika anda melihat. Kita melihat ratusan hal ketika berjalan selama beberapa menit. Meskipun perhatian tertuju oleh sesuatu yang nda lihat, itu segera terlupakan oleh sesuatu yang lain menarik perhtaian anda di antara sekian banyak yang ditnagkp indera penglihatan.

Keberadaan memori sensoris mempunyai peran yang sangta penting dlm hidup manusia. Orang harus menaruh perhatian pada suatu informasi bila informasi itu harus diingat.. dengan begitu ada proses seleksi dari kesadaran, mana informasi yang diperlukan dan mana yang tidak.

2) Ingatan jangka pendek
Ingatan jangka pendek atau sering disebut dengan short-term memory atau working memory adalah suatu proses penyimpanan memory sementara, artinya informasi yang disimpan hany diperthankan selama informasi tersebut masih di butuhkan. Ingtan jangka pendek adalah tempat kita menyimpan ingatan yang bru sj kit pikirkan. Ingatan yang masuk dalam memory sensoris diteruskan kepada ingtn jangka pendek. Ingatan jangka pendek berlangsung sedikit lebih lama dari memory sensoris, selama anda menaruh perhatian pada sesuatu, anda dapat mengingatnya dalam ingatan jangka pendek.

Dari ingtan jangka pendek ini, ada sebagian besar materi yang hilang, sebagian lagi di teruskan kedalam ingatan jangka panjang. Jika kita mengingat kembali akan suatu informasi. Informasi dari jangka ingatan jangka panjang tadi akan dikembalikan ke ingatan jangka pendek. Misalnya, pada nomor telepon yang telah anda ulang terus sampai anda bisa menuliskannya, dan nomor tersebut akan tetap tersimpan dalam memori anda selama anda aktif memikirkannya. Jika anda berhenti memberikan perhatian pada itu, maka akan terhapus dalam waktu 10-20 detik. Dalam rangka untuk mengingat sesuatu berikutnya, otak mentransfernya ke memori jangka panjang. Proses mengingat nomor telepon, pada kenyataannya, suatu cara untuk memindahkan nomor dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.

Ingatan jangka pendek bukan hanya sebuah tempat penyimpanan ingatan sementara, tetapi jug lokasi berfikir secara aktif, tempat menyaring, memilah, dan menggabungkan informasi yang baru, lalu mengambil keputusan.

3) Ingatan jangka panjang
Ingatan jangka panjang (long term memory) adalah suatu proses memori atau ingatan yang bersifat permanen, artinya informasi yang di simpan sanggup bertahan dalam waktu yang sangat panjang. Kapasitas yang dimiliki ingatan jangka panjang ini tidak terbatas. Memori jangka panjang adalah gudangnya informasi yang dimiliki oleh manusia. Ingatan jangka panjang berisi informasi dalam kondisi psikologis masa lampau, yaitu semua informasi yang telah disimpan tetapi saat ini sedang tidak dipikirkan.

Ingatan jangka panjang akan melakukan penyaringn informasi berdasarkan arti dari informasi tersebut, makna, keadaan emosi, gambaran akibat dan sebaginya, oleh karena itu penyimpanan informasi dapat berlangsung secara permanen. Ingatan jangka panjang bisa anda munculkan kembali saat anda menginginkannya. Kemampuan mengenang atau menarik kembali disebut (recall memory). Misal, ketika seseorang yang nda sayangi pergi dari sisi anda, mungkin anda akan mengingat kembali kenangan-kenangan yang tersimpan dalam memori jangka panjang panjang anda. Anda dapat mengigat sangat detail bahkan tanpa anda sadari bahwa anda telah menyimpan informasi tersebut.

3. Sifat-sifat Ingatan
Adapun sifat-sifat yang terdapat dalam ingatan, antara lain:
1) Ingatan yang cepat dan mudah
Ingatan yang cepat dan mudah ini artinya seseorang dapat dengan mudah dalam menerima kesan-kesan. Misalnya, ada orang yang dengan cepat dapat mengigat baik-baik suatu lagu dan ada pula yang lambat.
2) Ingatan yang luas
Ingatan yang luas ini artinya sekaligus seseorang dapat menerima banyak kesan dan dalam daerah yang luas.
3) Ingatan yang teguh
Ingatan yang teguh ini artinya kesan yang diterimanya itu tetap tidak berubah, tetap sebagaimana pada waktu menerimanya (tidak mudah lupa).
4) Ingatan yang setia
Ingatan yang setia ini artinya kesan yang telah diterimanya itu tetap tidak berubah, melainkan tetp sebagaimana pada waktu menerimanya.
5) Ingatan mengabdi
Ingatan mengabdi ini berarti bahwa kesan yang pernah diacamkan dapat dengan mudah direproduksikan secara lancar.
4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ingatan
Faktor-faktor yang ternyata dapat mempengaruhi ingatan, antara lain:
1) Faktor usia
Ingatan paling tajam pada diri manusia kurang lebih pada masa kanak-kanak (10-14 tahun) dan ini berlaku untuk ingatan yang bersifat mekanis yakni ingatan untuk kesan-kesan penginderaan. Sesudah usia tersebut kemampuan untuk mencamkan dalam ingatan juga dipertinggi akan tetapi untuk kesan-kesan yang mengandung pengertian (daya ingatan logis) dan ini berlangsung antara usia usia 15-50 tahun.
2) Kondisi fisik
Misalnya kelelahan, sakit dan kurang tidur dapat menurunkan daya kerja atau prestasi ingatan.
3) Faktor emosi
Dalam hal ini seseorang akan mengingat sesuatu lebih baik, apabila peristiwa-peristiwa itu menyentuh perasaan-perasaan, sedangkan kejadian yang tidak menyentuh emosi seringkali di abaikan.
4) Minat dan motivasi
Dalam pengalaman sehari-hari kita sering mengamati remaja yang tidak lupa suatu lirik lagu walaupun ddalam bahasa asing. Orang-orang yang sering bepergian, mempunyai ingatan tentang ilmu bumi yang jauh lebih baik daripada yang tidak pernah kemana-mana. Artinya disini seseorang yang mengingat segala sesuatu tentang hal yang di sukainya jauh lebih baik dari pada hal yang tidak disukainya. Jelaslah bahwa motivasi pada gilirannya akan meningkatkan daya ingat.

B. Sensasi
1. Pengertian Sensasi

Sensasi (sensation) berasal dari bahasa latin : sensatus, yang artinya dianugerahi dengan indra, atau intelek. Atau Sensasi berasal dari kata “sense” yang artinya alat pengindraan, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Sensasi merupakan tahap pertama stimuli mengenai indra kita. Sensasi adalah proses manusia dalam menerima informasi sensoris (energi fisik dari lingkungan) melalui penginderaan dan menerjemahkan informasi tersebut menjadi sinyal-sinyal neural yang bermakna. Proses penginderaan itu melalui rangsang dari inderawi. Sensasi pada dasarnya merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi dari lingkungan luar.

Benyamin B. Wolman (1973, dalam rakhmat, 1994) menyebutkan sensasi sebagai “pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indra.

Menurut Dennis Coon, “Sensasi adalah pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal. Simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indera”.

Apa pun definisi sensasi, fungsi alat indra dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Melalui alat indra, manusia dapat memahami kualitas fisik lingkungannya. Lebih dari itu, melalui alat indralah, manusia memperoleh pengetahuan dan semua kemapuan untuk berinteraksi dengan dunianya. Tanpa alat indra, manusia sama, bahkan mungkin rendah lebih dari rumput-rumputan, karena rumput dapat juga mengindra cahaya dan humiditas (Lefrancois, 1974, dalam rahmat, 1994).

Jadi, sensasi merupakan penerimaan stimulus (rangsangan) melalui indera, dan sensasi lebih cenderung hubungannya dengan perasaan. Dan alat penginderaan itulah yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Sensasi itu sebagai proses atau pengalaman elementer yang timbul apabila satu perangsang merangsang satu reseptor atau proses merasakan.

2. Jenis – Jenis Sensasi
Sensasi berasal dari kata “sense” yang artinya penginderaan. Alat indra adalah organ yang berfungsi untuk menerima jenis rangsangan tertentu. semua organisme memiliki reseptor sebagai alat penerima informasi. Informasi tersebut dapat berasal dari luar dan dari dalam dirinya. Alat indera yang kita kenal ada 5 macam , yaitu indera penglihatan, indera pendengaran, peraba, pengecap, dan pembau.

1) Indra penglihatan (mata)
Penglihatan merupakan alat indera yang melalui mata sebagai penerima rangsangannya. Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Dalam proses penglihatan, kita membutuhkan cahaya untuk menerjemahkan hasil penglihatan. Cahaya adalah satu bagian kecil dari bentuk energi yang kita ketahui sebagai radiasi elektromagnetik. energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata. Cahaya dapat di lihat melalui mata. Dari mata, lanjut ke medan receptive kemudian melewati jalur visual dan akhirnya ke visual cortex. Dalam penyerapan informasi melalui mata, ada beberapa jenis warna yang menjadi deskripsi dalam menyerap informasi. Yang pertama adalah warna primer, yaitu warna yang mendasar seperti warna merah, hijau, dan biru. Selanjutnya adalah warna sekunder, yaitu gabungan dari warna primer yang lebih terangseperti kuning cyan dan magenta. Ada juga warna tersier, yaitu gabungan dari kedua warna primer dan warna sekunder seperti warna orange, rass berry, ungu, dan lain-lain. Adapun gangguan pada penglihatan seperti dari etiologi, genetic, kerusakan mata dan otak. Ada dua tipe ketidak mampuan penglihatan yaitu Total color blindness, tidak dapat membedakan semua warna. Dan Partial color blindness, disini masih dibagi dalam dua tipe yaitu tidak dapat membedakan warna biru-kuning dan merah-hijau.

2) Indera pendengaran (telinga)
Pendengaran merupakan alat indera yang melalui telinga sebagai alat bantunya. Telinga merupakan indera pendengar dan alat keseimbangan. Telinga terdiri dari tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah dan rongga telingga dalam. Telinga berfungsi untuk mendengar suara-suara yang ada disekitar kita.

Suara adalah gelombang mekanis yang merupakan osilasi tekanan ditularkan melalui, gas padat cair, atau, terdiri dari frekuensi dalam kisaran pendengaran dan dari tingkat cukup kuat untuk didengarkan. Warna suara menunjukkan sumber bunyi. Kemampuan manusia membedakan warna suara sangat memperkaya pengalamannya.

3) Indera peraba (kulit)
Peraba, indera ini melalui kulit sebagai penerimanya. Kulit yang paling peka adalah ujung jari dan bibir. Kulit memiliki dua lapisan yaitu lapsan epidermis dan lapisan dermis. Di kulit rangsangan perabanya adalah tekanan, suhu,sakit atau nyeri, dan gerakan. Kulit merupakan sensati terhadap suatu lingkungan.

Kulit adalah bagian paling luar dari jaringan tubuh kita lapisan terluar tubuh manusia. Kulit membungkus tubuh kita. Pada saat kulit terkelupas, rasa perih menyengat. Hal itu menunjukkan betapa kulit, selain membungkus tubuh, juga memberikan perlindungan bagi jaringan jaringan di bawahnya. Pada kulit terdapat ujung-ujung saraf sensorik sebagai reseptor khusus untuk sentuhan tekanan, temperature serta rasa sakit. Sebagian besar reseptor terletak pada lapisan dermis dan ada juga yang terletak pada lapisan epidermis.

4) Indra penciuman (hidung)
Hidung merupakan alat indera manusia yang menanggapi rangsang berupa bau atau zat kimiayang berupa gas.di dalam rongga hidung terdapat serabut saraf pembau yang dilengkapi dengan sel-sel pembau. Setiap sel pembau mempunyai rambut-rambut halus (silia olfaktori) di ujungnya dandiliputi oleh selaput lendir yang berfungsi sebagai pelembab rongga hidung. Epithellium olfactorypada bagian meial rongga hidung memiliki fungsi dalam penerimaan sensasi bau. Penciuman: penciuman merupakan alat penginderaan melalui hidung yang kemudian diterima oleh reseptor dan dilanjutkan ke otak. Ada enam bau utama yang mudah diterima oleh alat indera yaitu, bau rempah: cengkeh, bau harum: vanili, bau eteris: jeruk, eter, sereh, bau damar: terpentin, bau busuk: telur busuk.

5) Indera pengecap (lidah)
Perasa yaitu penginderaan melalui lidah. Lidah merupakan reseptor yang banyak memiliki stuktur tunas pengecap. Lidah mempunyai reseptor khusus yang berhubungan rangsangan kimia. Lidah merupakan organ yanh tersusun dari otot. Lidah kita dapat merasakan berbagai macam rasa diantaranya ,yaitu rasa manis , asin, asam dan pahit.

Kepekaan pada rasa pahit yang paling peka yang dapat diterima oleh indera perasa. Indera perasa berhubungan dengan indera penciuman, misalnya jika kita sedang sakit flu, maka semua rasa akan terasa hambar. Ada juga beberapa faktor yang mempengaruhi perasa yaitu, genetik, usia, dan kultur.

Lidah dalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indera engecap yang banyak memiliki struktur unas pengecap. Lidah juga turut membantu dalam tindakan bicara. Juga membantu membolak balik makanan dalam mulut.

3. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Sensasi
1) Teori Sensasi

Sensasi (sensation) mengacu pada pendeteksian dini terhadap energi dari dunia fisik. Studi terhadap sensasi umunya berkaitan dengan struktur dan proses mekanisme sensorik. beserta stimulasi yang mempengaruhi mekanisme-mekanisme tersebut.

Deteksi energi fisik yang di hasilkan atau di pantulkan oleh benda-benda fisik, sel-sel tubuh yang melakuakan penderteksi ini, organ inderawi ( mata, telinga, hidung, kulit dan jaringan tubuh ) proses penginderaan menyadarkan kita akan adanya suara, warna, bentuk dan elemen kesadaran yang lain. Tanpa sensasi kita tidak dapat menyentuh dalam arti sesungguhnya dunia nyata.Tapi untuk membuat dunia yang mendera indera kita menjadi sesuatu yang masuk akal.

2) Sensasi Normal
Penerimaan, persepsi dan reaksi adalah 3 komponen setiap pengalaman sensori. Dalam menjalankan fungsinya organ sensori berkaitan erat dengan sistem persyarafan yang berfungsi sebagai reseptor dan penghantar stimulus sehingga tercipta sebuah persepsi yang dapat menimbulkan reaksi dari individu.

3) Sensasi Murni
Sensasi murni jarang terjadi, jika mendengar suara aneh, betapapun asingnya, kita akan segera menghubungkannya dengan suatu bentuknya yang telah kita lihat sebelumnya.sensasi murni itu terjadi mungkin dalam peristiwa saat rangsangan warna ditunjukkan untuk pertama kali kepada seseorang yang sejak lahirnya buta, tetapi tiba-tiba dapat melihat (Mahmud, 1990:41).
 
C. PERSEPSI
1. Pengertian Persepsi

Manusia sebagai makhluk sosial yang sekaligus juga makhluk individual, maka terdapat perbedaan antara individu yang satu dengan yang lainnya (Wolberg, 1967). Adanya perbedaan inilah yang antara lain menyebabkan mengapa seseorang menyenangi suatu obyek, sedangkan orang lain tidak senang bahkan membenci obyek tersebut. Hal ini sangat tergantung bagaimana individu menanggapi obyek tersebut dengan persepsinya. Pada kenyataannya sebagian besar sikap, tingkah laku dan penyesuaian ditentukan oleh persepsinya.

Secara etimologis, persepsi (perception) berasal dari bahasa Latin perception, yang artinya menerima atau mengambil. Persepsi dalam arti sempit ialah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu sedangkan dalam arti luas ialah pandangan atau pengertian, yaitu bagaimana cara seseorang memandang atau mengartikan sesuatu (Leavitt, 1978). Persepsi itu sendiri adalah sebuah proses saat individu mengatur dan menginterpretasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka dan seringkali didasarkan pada persepsi mereka tentang kenyataan. Dengan kata lain, persepsi itu adalah sebuah respons yang kita berikan akibat dari sensasi yang kita terima dan respons tersebut cenderung berhubungan dengan pengalaman kita. Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensoris. Namun proses itu tidak berhenti begitu saja, melainkan stimulus tersebut diteruskan dan proses selanjutnya merupakan proses persepsi. Karena itu proses persepsi tidak dapat lepas dari proses penginderaan, dan proses penginderaan merupakan proses pendahulu dari proses persepsi.

Walgito (1993) mengemukakan bahwa persepsi seseorang merupakan proses aktif yang memegang peranan, bukan hanya stimulus yang mengenainya tetapi juga individu sebagai satu kesatuan dengan pengalaman-pengalamannya, motivasi serta sikapnya yang relevan dalam menanggapi stimulus.

Dari definisi persepsi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi merupakan suatu proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi dan pengalaman-pengalaman yang ada dan kemudian menafsirkannya untuk menciptakan keseluruhan gambaran yang berarti.

2. Jenis – Jenis Persepsi
Adapun jenis-jenis dalam persepsi ini antara lain:
1) Perseption Visual (Persepsi Visual)

Suatu proses melihat dimana pengalaman-pengalaman individu dihubungkan dengan benda yang sedang dilihat. Masalah utama dalam persepsi visual adalah bahwa apa yang orang lihat adalah bukan hanya terjemahan rangsangan retina (yaitu, gambar pada retina). Jadi orang yang tertarik dalam persepsi telah lama berjuang untuk menjelaskan apa visual yang pengolahan lakukan untuk membuat apa yang benar-benar melihat.
  • Ada berbagai cara menyusun stimuli yang dikenal dengan hukum Gestalt, artinya keseluruhan atau konfigurasi.
  • Ide dasarnya adalah bahwa stimuli dikelompokkan manjadi pola yg paling sederhana yg memiliki arti.
2) Depth Perception (Persepsi Kedalaman)
Depth Perception adalah kemampuan mempersepsi objek secara tiga dimensi, sedangkan gambar yang ada di retina kita berbentuk dua dimensi. Lihatlah sekitar kita, kita tidak melihat sekitar kita sebagai sesuatu yang datar, tetapi kita melihat sebagian objek lebih jauh dan lebih dekat, bahkan ada objek yang saling tumpang tindih. Pemandangan dan objek yang kita lihat itu memiliki kedalaman. Bagaimana kita melihatnya? Untuk melihatnya kita menggunakan dua macam informasi,yaitu:

a. Monocular cues (Isyarat monokular)
Monocular cues atau isyarat monokular adalah isyarat kedalaman yang tersedia pada gambar dari satu mata,baik kiri maupun kanan. Isyarat ini sangat kuat dalam situasi normal dan dapat memberikan kesan kedalaman yang sangat kuat.

b. Binocular cues (Isyarat binocular)
Binocular cues atau isyarat binocular adalah isyarat kedalaman yang bergantung pada kombinasi gambar pada mata kiri dan mata kanan dan cara kedua mata bekerja sama. Gambar yang dihasilkan sedikit berbeda karena kedua mata berada pada posisi yang berbeda. Contoh, cobalah kita mengangkat tangan sekitar 10 inci dari mata kita, secara bergantian tutup mata anda secara bergantian kiri dan kanan, dan biarkan hanya ada satu mata saja yang terbuka, gambar tangan kita akan terlihat bergerak maju mundur karena gambar mata kita berada pada tempat yang sedikit berbeda pada retina kiri dan kanan.

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi
Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi persepsi diantaranya:
1) Ketersediaan informasi sebelumnya

Ketiadaan informasi ketika seseorang menerima stimulus yang baru bagi dirinya akan menyebabkan kekacauan dalam mempersepsi. Oleh karena itu, dalam bidang pendidikan misalnya, ada materi pelajaran yang harus terlebih dahulu disampaikan sebelum materi tertentu. Seseorang yang datang di tengah-tengah diskusi, mungkin akan menangkap hal yang tidak tepat, lebih karena ia tidak memiliki informasi yang sama dengan peserta diskusi lainnya. Informasi juga dapat menjadi cues untuk mempersepsikan sesuatu.

2) Kebutuhan
Seseorang akan cenderung mempersepsikan sesuatu berdasarkan kebutuhannya saat itu. Contoh sederhana, seseorang akan lebih peka mencium bau masakan ketika lapar daripada orang lain yang baru saja makan.

3) Pengalaman masa lalu
Sebagai hasil dari proses belajar, pengalaman akan sangat mempengaruhi bagaimana seseorang mempersepsikan sesuatu. Pengalaman yang menyakitkan ditipu oleh mantan pacar, akan mengarahkan seseorang untuk mempersepsikan orang lain yang mendekatinya dengan kecurigaan tertentu. Contoh lain yang lebih ekstrim, ada orang yang tidak bisa melihat warna merah (dia melihatnya sebagai warna gelap, entah hitam atau abu-abu tua) karena pernah menyaksikan pembunuhan. Di sisi lain, ketika seseorang memiliki pengalaman yang baik dengan bos, dia akan cenderung mempersepsikan bosnya itu sebagai orang baik, walaupun semua anak buahnya yang lain tidak senang dengan si bos.

4) Faktor Ekspektansi
Faktor ini adalah factor yang sangat dominan dari si penerima informasi sendiri. Ekspektansi ini memberikan oleh faktor-faktor psikologis. Faktor psikologis ini bahkan terkadang lebih menentukan kerangka berpikir atau perceptual set atau mental set tertentu yang menyiapkan seseorang untuk mempersepsi dengan cara tertentu. Mental set ini dipengaruhi oleh beberapa hal.

Faktor psikologis lain yang juga penting dalam persepsi adalah berturut-turut: emosi ,impresi dan konteks.
· Emosi
Emosi akan mempengaruhi seseorang dalam menerima dan mengolah informasi pada suatu saat, karena sebagian energi dan perhatiannya (menjadi figure) adalah emosinya tersebut. Seseorang yang sedang tertekan karena baru bertengkar dengan pacar dan mengalami kemacetan, mungkin akan mempersepsikan lelucon temannya sebagai penghinaan.
· Impresi
Stimulus yang salient atau menonjol, akan lebih dahulu mempengaruhi persepsi seseorang. Gambar yang besar, warna kontras, atau suara yang kuat dengan pitch tertentu, akan lebih menarik seseorang untuk memperhatikan dan menjadi fokus dari persepsinya. Seseorang yang memperkenalkan diri dengan sopan dan berpenampilan menarik, akan lebih mudah dipersepsikan secara positif, dan persepsi ini akan mempengaruhi bagaimana ia dipandang selanjutnya.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Memori

Memori merupakan kemampuan untuk menerima dan memasukkan (learning), menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali apa yang pernah dialami (remembering). jenis-jenis ingatan yaitu, (1) memori sensori, (2) memori jangka pendek, (3) memori jangka panjang. sedangkan faktor yang mempengaruhi ingatan adalah: faktor usia, kondisi fisik, faktor emosi, dan terakhir minat dan motivasi.

2. Sensasi
Sensasi merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi. Sensasi meliputi 5 macam alat penginderaan yaitu: (1) Sensasi penglihatan, (2) Sensasi pendengaran, (3) Sensasi penciuman, (4) Sensasi pengecapan, (5) Sensasi perabaan.

3. Persepsi
persepsi merupakan suatu proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi dan pengalaman-pengalaman yang ada dan kemudian menafsirkannya untuk menciptakan keseluruhan gambaran yang berarti.

Adapun jenis-jenis dalam persepsi antara lain; Perseption Visual (Persepsi Visual), dan Depth Perception (Persepsi Kedalaman),

B. Saran
Sebaiknya memori, sensasi dan persepsi ini selalu diaplikasikan dalam komunikasi antar pribadi agar kedepannya individu tersebut paham, salah satunya faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi individu dalam proses belajar mengajar yang efektif.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu. 2009. Psikologi Umum. Jakarta: Rineka Cipta
Atkinson, Rita L dkk. 2010. Pengantar Psikologi, Jilid 1. Tangerang: Interaksara Publisher
Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum. Bandung: CV. Pustaka Setia
Walgito Bimo. 2004. Pengantar Psikologi Umum. Yogykarta: Andi
http://kumpulanskripdanmakalah.blogspot.co.id/
 

Facebook Comment