Makalah | Analisis Gaya Belajar Mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan

BAB I
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG
Mahasiswa adalah orang yang belajar diperguruan tinggi, baik di universitas,institute atau akademi. Dalam perkembangannya, Mahasiswa dituntut harus berada digarda terdepan dalam perubahan suatu bangsa. Dalam pola atau cara belajar Mahasiswa sekarang ini, Mahasiswa dituntut untuk dapat bersikap mandiri dalam artian peran Dosen hanya sebagai pemandu dan membantu Mahasiswa jika melalui kesulitan dalam proses belajar. Materi di ruang kelas hanya ± 30% yang diajarkan oleh Dosen, selebihnya harus dicari sendiri olehMahasiswa tersebut.

Tetapi pada kenyataanya, banyak mahasiswa yang tidak menyadari tanggug jawabnya sebagai seoorang Mahasiswa, dan bahkan mirisnya sebagian Mahasiswa sering melakukan penyimpangan-penyimpangan dimasyarakat yang mencoreng nama universitas di kalangan umum. Pada makalah ini, penulis mencoba menganalisis Gaya Belajar Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan, Universitas Negeri Medan.

Oleh karena itu, penyusun ingin membuat makalah yang berjudul
“ANALISIS GAYA BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN”.

B. TUJUAN

Sejalan dengan latar belakang di atas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui:
1. Untuk mengetahui Pengertian Gaya Belajar dan Macam-macam Gaya Belajar
2. Untuk mengetahui Gaya Belajar Mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan
3. Untuk memahami Faktor yang mempengaruhi Gaya Belajar Mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan
4. Untuk mengetahui Persentase hasil belajar Mahasiswa Pendidikan teknik Bangunan

C. MANFAAT
1. Mengetahui pengertian dan macam gaya belajar
2. Mengetahui gaya belajar Mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan
3. Mengetahui Faktor yang mempengaruhi Gaya Belajar Mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan
4. Membandingkan persentase hasil belajar mahasiswa pendidikan teknik bangunan dengan mahasiswa jurusan lain.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN GAYA BELAJAR
Gaya belajar didefinisikan sebagai cara manusia mulai berkonsentrasi, menyerap, memproses, dan menampung informasi yang baru dan sulit, dikutip dari Barbara Pranshnig (2007) dalam bukunya berjudul "The Power of Learning Styles". Eric Jensen (2010) dalam bukunya "Super Teaching" mendefinisikan gaya belajar adalah satu cara yang disukai untuk memikirkan, mengolah, dan memahami informasi. Akar krisis pendidikan karena persoalan pembelajaran yang kurang efektif. Salah satu unsur penting di dalamnya adalah gaya mengajar guru yang tidak cocok dengan gaya belajar peserta didik. 

Thomas L.Maddem (2002) dalam bukunya "Fire Up Your Learning" mengatakan bahwa manusia pada umumnya menggunakan antara lima hingga sepuluh persen kapasitas otaknya. Jika kita mampu membuka separuh saja dari seluruh kapasitas otak, kita tidak akan menemukan lagi hambatan berbahasa dan kita tidak perlu menggunakan komputer untuk menyelesaikan soal matematika atau tugas ilmiah lainnya karena otak kita bekerja lebih cepat dari komputer. 

Salah satu cara membuka potensi luar biasa yang telah terkunci rapat dalam otak adalah dengan cara memasukkan informasi ke dalam otak melalui gaya belajar yang sesuai dengan gaya mengajar. 

Di bagian lain, Madden membagi lima gaya belajar melalui; (1) indera penglihatan atau visual; membaca, melihat, mengamati, visualisasi, imajinasi; (2) indera pendengaran atau auditori; mendengarkan, berbicara, berdiskusi; (3) indra peraba atau kinesterik; mengalami, mengerjakan, merasa, dan intuisi; (4) indra penciuman (olfaktori); dan (5) indra pencecap (gustatori). 

Pendapat lain, Ken & Rita Dunn dari Universitas St. John di Jamaica New York dan para pakar Pemrograman Neuro-Linguistik seperti Richard Bandler, John Grinder, dan Michael Grinder mengidentifikasi tiga gaya belajar, yakni; (1) VISUAL, yakni belajar melalui melihat sesuatu; (2) AUDITORI, yakni belajar melalui mendengar sesuatu, dan (3) KINESTETIK, yakni belajar melalui aktivitas fisik dan keterlibatan langsung", dikutip dari Rose dan Nicholl (2006) dalam bukunya "Accelerated Learning for Yhe 21 st Century". 

Ø Macam-macam gaya Belajar
1. Visual (Belajar dengan melihat)
Mahasiswa yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka dosennya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video.
Ciri-ciri Mahasiswa yang bergaya belajar visual :
· Bicara agak cepat.
 Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi.
 Tidak mudah terganggu oleh keributan
 Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar..
 Lebih suka membaca dari pada dibacakan .
 Pembaca cepat dan tekun.

2. Auditori (Belajar dengan mendengar).
Mahasiswa yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang dosen katakan.Mahasiswa auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi mahasiswa auditori mendengarkannya.

Ciri-ciri Mahasiswa yang bergaya belajarauditori : 
· Berbicara dalam irama yang terpola 
 Penampilan rapi
 Mudah terganggu oleh keributan
· Senang membaca dengan keras dan mendengarkan 
· Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya 
3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh) Mahasiswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak,menyentuh dan melakukan.Mahasiswa seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktivitas dan eksplorasi sangatlah kuat

Ciri-ciri Mahasiswa yang bergaya belajar kinestetik :
· Belajar melalui memanipulasi dan praktek 
· Penampilan rapi
· Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
· Menghafal dengan cara berjalan dan melihat 

 B.GAYA BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN
Hasil penelitian dan pengamatan menunjukkan bahwa mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan lebih banyak memiliki gaya belajar visual dibandingkan denga gaya belajar auditori dan gaya belajar kiestetik. Dan ada beberapa mahasiswa yang memiliki lebih dari satu gaya belajar yaitu memiliki gaya belajar visual-auditori dan visal-kinestetik.

Belum semua mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan memiliki prestasi yang tinggi. Hanya sekitar 1,7% Mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan yang memiliki prestasi yang tinggi, dan 71,1% Mahasiswa yang memiliki prestasi yang cukup tinggi dan 24,1% mahasiswa yang memiliki presatasi yang kurang.

C. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GAYA BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN

Menurut Rita Dunn pelopor di bidang gaya belajar yang lain telah menemukan banyak variable yang mempengaruhi Gaya belajar diantaranya:fisik,emosional,sosiologis dan lingkungan.Sedangkan menurut David kolb, Gaya belajar dipengaruhi oleh tipe kepribadian,kebiasaan(habit),serta berkembang sejalan dengan waktu dan pengalaman

Berdasarkan penjelasan diatas,banyak factor yang dapat mempengaruhi gaya belajar.Disamping Faktor yang ada didalam diriorang itu(intern),banyak pula factor factor dari luar individu itu sendiri(ekstern). 1).Faktor-Faktor intern yang mempengaruhi Gaya Belajar 

a).Faktor Jasmaniah 
Faktor jasmaniah mencakup dua bagian yaitu kesehatan dan cacat tubuh. Faktor kesehatan berpengaruh pada kegiatan belajar. Proses belajar akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu, selain itu juga akan cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing, mengantuk bila badannya lemah, kurang darah ataupun ada gangguan pada alat indera serta tubuh. Sedangkan cacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna mengenai tubuh. Cacat itu bisa berupa buta, setengah buta, tuli, setengah tuli, patah kaki, lumpuhdan lain-lain. Keadaan cacat tubuh demikian juga mempengaruhi kegiatan belajar ses 

b).Faktor psikologi
Sekurang-kurangnya ada tujuh faktor yang tergolong ke dalam faktor psikologis yang mempengaruhi belajar.Faktor-faktor itu adalah intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan.

c. Faktor kelelahan
Kelelahan pada manusia walaupun susah dipisahkan tetapi dapat dibedakan diri seseorang berbeda-beda. Oleh karena itu, perlu cara atau gaya belajar yang berbeda menjadi dua macam yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani (bersifat psikis). Kelelahan jasmani terlihat dengan menurunya daya tahan tubuh.Sedangkan kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kurangnya minat belajar, kelesuan dan kebosanan untuk belajar, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu hilang.Faktor kelelahan dalam diri seseorang berbeda-beda.Oleh karena itu,perlu cara atau gaya belajar yang berbeda-beda .

2) Faktor-faktor ekstern
a) Faktor lkeuarga

Seseorang yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga. 

b) Faktor Kampus
Faktor kampus yang akan mempengaruhi cara atau gaya belajar siswa antara lain metode mengajar, kurikulum, hubungan dosen dengan siswa, hubungan mahasiswa dengan siswa, disiplin atau tata tertib kampus, suasana belajar, standar pelajaran, keadaan gedung, letak kampus, dan lainnya. Faktor dosen misalnya, kepribadian dosen, kemampuan dosen memfasilitasi siswa dan hubungan antara dosen dengan mahasiswa turut mempengaruhi cara atau gaya belajar siswa. 

c) Faktor masyarakat
Masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga mempengaruhi terhadap gaya belajar siswa. Faktor-faktor masyarakat yang mempengaruhi masyarakat.cara atau gaya belajar siswa meliputi kegiatan peserta didik dalam masyarakat, mass media, teman bergaul dan bentuk kehidupan 

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

1.KESIMPULAN
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan: 
1. Gaya Belajar adalah suatu cara yang disukai manusia untuk mengolah, memikirkan, berkonsentrasi, memproses dan menampung suatu informasi.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi Gaya Belajar.
* factor intern meliputi jasmani,psikologi,dan kelelahan . 
* factor ekstern meliputi keluarga,masyarakat,dan campus.
3. Macam-macam Gaya Belajar; * Visual (Belajar dengan melihat). * Auditori(Belajar dengan mendengar) 
* Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh) 

2.SARAN
Sebagai seorang Mahasiswa yang akan nantinya menjadi seorang tenaga pendidik kita harus dapat memaham karakter siswa kita baik eksternalnya maupun internalnya,maka kita harus dapat mengetahui apa dan bagaimana gaya belajar siswa. 


DAFTAR PUSTAKA
Emirina.2009.Gaya belajar pada anak(http://emirina.wordperss.com)
Furqan.1998,Belajar Dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya(jakarta:Bina Asara)

Facebook Comment