Skripsi Jurusan Manajemen Perhotelan



BAB I
PENDAHULUAN

1.1               Latar Belakang Masalah
 Pariwisata adalah salah satu penambahan devisa negara. Di Indonesia banyak ditemukan daerah-daerah wisata. Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam meningkatkan pembangunan nasional. Pariwisata sebagai industri yang bergerak dalam bidang jasa dan pelayanan yang berpotensi meningkatkan perekonomian di Indonesia.
 Indonesia merupakan salah satu objek pariwisata yang banyak dikenal oleh wisatawan mancanegara, dimana Indonesia memiliki daya tarik yang dikenal dengan masyarakatnya yang ramah tamah serta kebudayaan dan keindahan alamnya.
 Pariwisata penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan dan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan daerah. Pembangunan pariwisata merupakan rangkaian kegiatan dan usaha yang terkoordinasi untuk perkembangan dan pendayagunaan sumber dan potensi kepariwisataan nasional menjadi kegiatan ekonomi agar memacu percepatan pembangunan nasional.
 Toko Roti Aroma Bakery and Cake Shop Denai didirikan dengan tujuan untuk mengedepankan selera masyarakat kalangan bawah akan ketertarikannya dengan roti dan kue yang selama ini sulit dijangkau masyarakat kalangan bawah karena harganya relatif lebih mahal, sehingga Toko Roti Aroma Bakery and Cake Shop Denai memberikan harga yang murah dengan sajian makanan yang lebih menarik, dikelola secara profesional dan juga siap bersaing menghadapi persaingan dengan kompetitor lain.
Aroma Bakery & Cake Shop Denai telah berupaya mencari kombinasi-kombinasi produk baru dan penampilan baru serta kualitas rasa yang luar biasa. Serta mengedepankan produk yang halal dan sehat. Dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang bersertifikat halal tanpa menggunakan bahan pengawet atau berbahaya lainnya.
Saat ini Aroma Bakery and Cake Shop sudah memiliki cabang yang tersebar di beberapa daerah di Kota Medan yaitu :
1.    Jl. Karya Jaya No.88 A Medan
2.    Jl. Kaya Wisata Ruko Johor Indah No.7 Medan
3.    Jl. Kapten Purba Simp. Simalingkar No.5 Medan
4.    Jl. Sunggal Ruko Sunggal Resident No.11-12 Medan
5.    Jl. Bungalow (depan RSU Adam Malik) Medan
6.    Jl. Marendal 1 pasar 7 Medan
7.    Jl. Rakyat No.146 B Mdan
8.    Jl. Garu 1 Medan
9.    Jl. Halat/Megawati No.11 E-F Medan
10.    Jl.Panglima Denai No. 116 A Medan
11.    Jl. Bajak 2 Ruko Lotus Bussines Centre No.23-24 Medan
12.    Jl. Mandala Bypass No.61 B-C Medan
13.    Jl. Besar Medan Lubuk Pakam Km.30 Lubuk Pakam
14.    Jl. K. H. Wahidin Hasyim (sp. Barat) No. 96 B-C Medan
15.    Jl. Bromo Ujung Ruko Griya Bromo No.2-3
16.    Jl. A. H. Nasution No.39
17.    Jl. Sisingamangaraja No.58
18.    Jl. Irian No. 83 D-E Tanjung Morawa
19.    Jl. Denai No. 16, Medan
20.    Jl. Pinang Baris
21.    Jl. Sei Rampah
22.    Jl. Dr.Mansyur
23.    Jl. Bakaran Batu
24.    Jl. Amplas

2.1.1        Klasifikasi Aroma Bakery and Cake Shop Denai
Saat ini, Aroma Bakery and Cake Shop Denai belum memiliki klasifikasi yang di tetapkan. Maka klasifikasi yang dimiliki oleh Aroma Bakery and Cake Shop Denai pada saat ini yaitu :
 a.    Berdasarkan Area
Berdasarkan area kerjanya, Aroma Bakery and Cake Shop Denai dikategorikan klasifikasi sedang karena memiliki ruangan khusus untuk area kerja bagian pembuatan roti, bagian pembuatan kue, bagian pembuatan dekorasi kue, bagian untuk membakar kue dan roti.
b.    Berdasarkan Outlet
Dikategorikan Klasifikasi sedang karena memiliki banyak cabang yang terletak di Kota Medan. Seperti Denai, Halat, Mandala dan beberapa cabang lagi baik di Medan ataupun Luar Medan.
c.    Berdasarkan Harga Pokok
Berdasarkan harga pokok (penjualanan) Aroma Bakery and Cake Shop Medan dapat dikategorikan sedang ataupun menengah karena harga-harga produk yang dijual masih terbilang murah dan terjangkau, serta memiliki target pasar menengah kebawah sehingga harga yang ditawarkan relatif lebih murah.

2.1.2        Fasilitas Aroma Bakery and Cake Shop Denai
            Adapun fasilitas yang dimiliki oleh Aroma Bakery and Cake Shop Denai adalah : Berdasarkan alat produksi Aroma Bakery and Cake Shop Denai memiliki alat yang cukup lengkap seperti oven, mixser, dan peralatan Uquipment lainnya yang mendukung dalam proses produksi sehingga bisa dikategorikan kelas menengah.
            Kue merupakan makanan ringan diluar makanan utama yang biasanya dibuat dengan bahan seperti tepung, gula, dan telur. Kue sendiri mempunyai macam varian seperti kue basah dan kue kering. Aroma Bakery and Cake Shop Denai memiliki berbagai macam jenis cake dan roti. Adapun jenis kue dan roti yang dimiliki oleh Toko Roti Aroma Bakery and Cake Shop Denai yaitu :

TABEL 2.1  JENIS CAKE DAN ROTI DITOKO AROMA BAKERY AND CAKE SHOP MEDAN

No.
Jenis Cake
Jenis Roti
a.
Banana Cake
Doughnut
b.
Bika Ambon
Toast Bread
c.
Cake Caramel
Pizza
d.
Lapis Legit
Croissant
e.
Swiss Roll
Roti Coklat
f.
Blonde
Roti Abon
g.
Chiffon Cake
Roti Keju
h.
Brownies
Roti Boneka
i.
Bolu Kenari
Roti Kepang
J.
Black forest
Roti Sosis
k.
Bolu Zebra
Roti Kelapa
  Sumber : Toko Roti Aroma Bakery and Cake Shop Medan, 2015

Aneka jenis roti bungkus yang diperoleh oleh Aroma Bakery and Cake Shop Denai sangat kaya akan rasa yang beragam seperti rasa coklat, abon, keju, pisang, kacang, srikaya dan lain sebagainya. Harga yang ditawarkan juga cukup beragam mulai dari kemasan yang kecil hingga yang besar berkisar antara Rp.3000 sampai dengan Rp.10.000.
2.1.3        Struktur Organisasi Aroma Bakery & Cake Shop
            Struktur adalah cara sesusatu yang disusun atau dibangun. Sedangkan organisasi adalah suatu wadah berkumpulnya minimal dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.
Struktur Organisasi merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah perusahaan karena di dalam struktur organisasi dapat menggambarkan jabatan masing-masing karyawan dan tanggung jawab yang harus dikerjakan sesuai dengan posisinya.
Hal ini didukung oleh Hasibuan (2001:128) menyatakan :
bahwa struktur organisasi dalah suatu gambar yang menggambarkan tipe organisasi, pendepartemenan organisasi kedudukan dan jenis wewenang pejabat, sidang dan hubungan pekerjaan, garis perintah dan tanggung jawab, rentang kendali dan sistem pimpinan organisasi.

Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan Sulastiono (2006:122) yang mengemukakan bahwa :
Struktur Organisasi adalah suatu bagan yang menunjukkan bagian-bagian yang ada dalam organisasi, dan susunan orang-orang dengan jabatannya masing-masing dalam setiap bagian yang mempunyai kesepakatan bersama secara formal untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai tujuan organisasi di mana orang-orang tersebut berada.

 

Adapun struktur organisasi Aroma Bakery and Cake Shop Denai dapat di lihat pada gambar 2.1 berikut :

Gambar 2.1    Struktur organisasi Toko Roti Aroma Bakery and Cake Shop Denai
 

http://kumpulanskripdanmakalah.blogspot.co.id

Sumber : Administrasi Toko Roti Aroma Bakery & Cake Shop

 Jumlah karyawan yang ada di Aroma Bakery and Cake Shop Denai adalah 28 orang termasuk manajer unit. Seperti yang terlihat pada tabel 2.1 berikut :

TABEL 2.2  JUMLAH KARYAWAN TOKO ROTI AROMA BAKERY AND CAKE SHOP DENAI

No.
JABATAN
JUMLAH KARYAWAN
1.
Manager Unit
1
2.
Keuangan
1
3.
Kepala Produksi
1
4.
Gudang
1
5.
Kapten SPG
1
6.
Juru Masak Roti
4
7.
Juru Masak Bolu
2
8.
Juru Masak Decor
2
9.
Kasir
2
10.
SPG (Sales Promotion Girl)
8

Total
23
   Sumber : Toko Roti Aroma Bakery and Cake Shop Denai, 2015

2.2              Tinjauan tentang kondisi store

            Store adalah bagian yang bertugas menyimpan barang yang sudah diterima, dengan ruang penyimpanan khusus yang dilengkapi prosedur yang tepat untuk setiap barang. Store memiliki wewenang untuk mengeluarkan barang/ issuing, berdasar permintaan dari dapur dalam jumlah tertentu dengan terlebih dahulu melalui prosedur permintaan.
Berdasarkan Permendagri No. 17 Tahun 2007 penyimpanan merupakan kegiatan melakukan penerimaan, penyimpanan, pengaturan, pembukuan, pemeliharaan barang dan pengeluaran dari tempat penyimpanan. Sedangkan menurut Subagya  (1988:68) menyatakan bahwa :
penyimpanan juga dapat diartikan sebagai suatu kegiatan dan usaha untuk melakukan pengurusan, penyelenggaraan dan pengaturan barang persediaan di dalam ruang penyimpanan. Penyimpanan juga dapat diartikan kegiatan dan usaha untuk melakukan pengurusan penyelenggaraaan dan pengaturan barang-barang persediaan didalam ruang penyimpanan. Penyimpanan barang daerah di laksanakan dalam rangka pengawasan, penyelenggaraan dan pengaturan barang persediaan di dalam gudang/ruang penyimpanan sehingga dalam pengurusan barang persediaan agar setiap waktu diperlukan dapat dilayani dengan cepat dan tepat.

               
Adapun kegiatan dari penyimpanan, antara lain:
a.    Menerima, menyimpan, mengatur dan menjaga keutuhan barang dalam gudang/ruang penyimpanan agar dapat dipergunakan sesuai dengan rencana secara tertib,  rapi dan aman.
b.      Menyelenggarakan administrasi penyimpanan/pergudangan atas semua barang yang ada dalam gudang.
c.    Melakukan stock secara berkala ataupun bertahap terhadap barang persediaan yg ada  di dalam store agar persediaan selalu dapat memenuhi kebutuhan.
d.      Membuat laporan secara berkala atas persediaan barang yang ada di gudang.
Menurut Subagyo (1988:68), penyimpanan berfungsi untuk menjamin penjadwalan yang telah ditetapkan dalam fungsi-fungsi sebelumnya dengan pemenuhan setepat-tepatnya dan dengan biaya serendah mungkin.
Menurut Bartono dan Ruffino 2005, Halaman 90, Berikut kondisi bahan makanan yang ada di store :
1.    Umur bahan pada waktu di beli,lama/sudah kadaluarsa
2.    Kondisi tekstur bahannya baik atau tidak
3.    Bau dari bahan tersebut, normal atau menyengat
4.    Kondisi lain, misalnya terdapat kutu dalam bubuk/ tidak
5.    Warna bahan masih bagus dan belum berubah
6.    Rasa ( kalau dapat di tes ) masih baik

Selain itu, tata letak yang benar di dalam gudang atau store juga harus diperhatikan sesuai dengan tingkat kebutuhan bahan makanan agar mudah didapat ketika mencarinya.
Adapun penggunaan bahan-bahan grocceries sesuai dengan tata letak. Dimana dalam penjelasan ini dikatakan oleh Wiyasha (2005:51) mengatakan bahwa :
 Tata letak bahan diatur sedemikian rupa sehingga bahan makanan yang memiliki tingkat kebutuhan yang relatif tinggi lebih mudah didapat. Sebaliknya yang kebutuhannya relatif lebih rendah dapat disimpan jauh dari pintu store.

Suhu sangat perlu diperhatikan dalam penyimpanan bahan-bahan grocceries, agar bahan-bahan yang disimpan dapat bertahan lama dan terjaga kualitasnya.
Di dalam buku standar kualitas juru masak (45) menyatakan bahwa:
Suhu store adalah salah satu hal yang harus diperhatikan dalam penyimpanan bahan dasar groceries, cara ini dilakukan dengan menggunakan ruangan yang memiliki temperatur sekitar 15-20C dan bahan makanan disimpan di ruang yang berkondisi kering.

Menurut Poerwadarmita (2006) kondisi adalah syarat : keadaan. kapasitas penyimpanan dan kondisi tempat penyimpanan yang memadai harus disediakan untuk seluruh jenis bahan makanan yang diperlukan di dapur.

Seperti di dalam buku standar klasifikasi juru masak ( 45-46 ) menyatakan :
            Kelompok bahan makanan groceries biasa disimpan di ruangan yang sejuk, dengan penataan yang rapi, bersih, cukup penerangan dan berventilasi baik. Pada cara penyimpanan ini, bahan makanan diatur, ditata dan disimpan diatas rak yang kuat dengan ketinggian dari lantai sekitar 15-20 cm. Dinding gudang idealnya terbuat dari keramik/porselin dan memiliki ujung dinding yang berbentuk cekung agar medah dibersihkan. Gudang kering ini juga memiliki lantai yang kuat dan anti slip serta kemiringan lantai yang kuat agar pada saat dibersihkan air dapat mengalir dengan lancar kesalurannya.


2.3              Tinjauan tentang Penyusunan Groceries   
            Penyusunan bahan groceries yang disusun dengan jenisnya bertujuan untuk menciptakan adanya keteraturan didalam setiap penyimpanan, menurut departemen kebudayaan dan pariwisata ( 203 c) ada beberapa cara perlu dilakukan dalam penempatan bahan makanan menyatakan “ arranged in alpha betical sequence, item freguently used are stored near to the door and the reminder of items. Arranged in section fruits, vegetables, fish, ect.
Dari kutipan di atas dapat diketahui dalam penyusunan bahan grocceries perlu juga disusun sesuai dengan abjad dari bahan grocceries tersebut,bahan makanan yang sering digunakan diletakkan didekat pintu yang bertujuan untuk membutuhkan proses pengambilan. Seperti yang dikatakan Gislen (1995:18) bahwa:  store foods in a cool, dry place, off the floor,away from the wall, and under a sewer line. Yang artinya adalah :  bahan dasar grocceries disimpan dan disusun ditempat sejuk, kering, tidak di lantai, jauh dari tembok, dan mempunyai sekat atau pembatas atau jarak antara satu jenis dan lainnya.
Pendapat dari Soekrisno (2001:87) mengatakan :
1.    Tempat penyimpanan selalu terpelihara dan dalam keadaan bersih
2.    Bahan makanan dalam aturan sejenis, disusun dalam rak sedemikian rupa. Sehingga tidak mengakibatkan rusaknya bahan makanan dan yang masuk lebih dahulu dikeluarkan .
            Pendapat diatas kemudian diperjelas lagi oleh buku departemen Parpostel (tanpa tahun :6) mengatakan bahwa:
1.    Teliti setiap bahan yang akan disimpan
2.    Hilangkan bahan lain yang kemungkinan akan merusak mutu bahan      makanan tersebut selama disimpan.
3.    Tempatkan di rak ataupun dilantai dengan alas kayu agar tidak lembab (bagi bahan kering).
4.    Atur penempatan dengan rapi sesuai dengan jenisnya. Tempatkan bahan yang baru tiba di belakang atau di bawah bahan yang sejenisnya.
5.    Catat pada bin card untuk bahan yang disimpan atau di susun di gudang.

Seperti dikutip dari Daily Mail  (www.vemale.com> HOME > KULINER > TIPS DAPUR) ada beberapa kelebihan saat menyimpan telur di dalam kulkas :
1.   Usia telur lebih panjang
2.   Agar bakteri salmonella tidak memperbanyak diri
3.   Telur tidak mudah busuk
4.   Selalu segar dan siap di masak

Hal tersebut diperjelas oleh kutipan, Menurut Mayo Clinic bahwa menyimpan telur sebaiknya memang di dalam kulkas.
            Dalam suhu di bawah 20Âșc, umumnya bakteri akan sulit berkembang. Terutama bakteri salmonella yang cukup berbahaya bagi ibu hamil. Untuk pembuatan kue telur yang disimpan didalam kulkas ada yang dapat langsung diolah dan ada yang tidak dapat lamgsung diolah karena dapat merubah rasa dan tekstur kue. Sebaiknya menggunakan telur yang segar di suhu ruangan.
    
           Menurut Tim Hayward,  menyimpan telur segar di suhu ruangan diperbolehkan. Tetapi memaksimalkan hanya 7 hari saja. Setelah itu tidak dapat di pakai karena sudah tidak segar. Sehingga disarankan anda tidak menyimpan stock telur terlalu banyak di suhu ruangan.
Penataan bahan makanan dianjurkan bahan yang frekuensi pemakaiannya tinggi disimpan didekat pintu, bahan makanan yang dikemas dengan ukuran besar dan berat di taruh di bawah, kemudian di ikuti yang sedang dan yang ringan di atas.
Dalam penyusunan ataupun penyimpanan bahan-bahan grocceries banyak yang harus diperhatikan dalam penyimpanan barang, adapun syarat-syarat gudang yang baik menurut standar operasional gudang yang diperoleh dari http://amibkppp978.blogspot.com/2013/04/standar-operasional-gudang.html. bahwa :
Lokasi Gudang :
  1. Dekat lokasi,  produksi/konsumen untuk penyaluran.
  2. Bebas banjir, tidak tergenng air, becek dimusim hujan/tidak boleh dibangun   dipermukkaan  air.
  3. Jalan masuk dan keluarnya jelas/memadai untuk memjamin kegiatan bongkar muat barang.
  4. Terpisah dengan bangunan lainnya sehingga keamanan dan keselammatan barang terjamin, keadaan lingkungan-lingkungan harus bersih sehingga tidak mempengaruhi kelembaban.
  5. Gudang tidak kena sinar matahari langsung (membujur dari timur kebarat), panas yang kuat akan merusak Bahan yang disimpan.
Kondisi Gudang
1.    Kerangka yang baik dan kuat, dindingnya kokoh tujuan untuk menjamin keselamatan barang yang disimpan, pekerja, kemungkinan pencurian
2.    Lantai dari beton, atap tidak bocor, pintu dengan kunci yang baik dari bahan yang kuat
3.    Memiliki lubang ventilasi (peredaran udara) lubang ventilasi harus ditutup dengan kawat kasa (Penghalang) fungsi sebagai penerangan gudang, sirkulasi ruang ,gangguan burung/tikus.

Dari kutipan di atas dapat dikatakan bahwa dalam penyusunan ataupun penyimpanan barang harus mempunyai syarat-syarat gudang yang baik agar mempermudah juru masak, hal ini didukung dengan standar operasional penyimpanan barang didalam gudang, menurut standar operasional gudang yang diperoleh dari : http://amibkppp978.blogspot.com/2013/04/standar-operasional-gudang.html, menyatakan bahwa :
  1. Masalah dalam keamanan barang yang disimpan. 
  2. Perawatan dan kerapian barang  (kerapian dan kemudahan untuk menghitung stok) dapat menunjang  kelancaran dan pengeluran barang
  3. Lokasi gudang
  4. Kondisi gudang
  5.  Kelengkapan gudang
  6. Sistem penumpukan  dan pengaturan lorong

Pengadaan hendaknya dilakukan sejak dari pembelian seperti yang dinyatakan oleh Dirjen Kementerian dan Kebudayaan Akademi Pariwisata (tanpa tahun : 29), bahwa : “Didalam bidang pengolahan makanan, salah satu faktor utama yang menentukan kualitas bahan dasarnya. Oleh sebab itu langkah pengawasan mengenai kualitas bahan harus dilakukan sejak awal. Yaitu sejak awal pembelian”.
Adapun proses dari pengadaan bahan dasar makanan sejenis grocceries tersebut adalah memeriksa barang yang dibeli, kemudian disesuaikan dengan standard purchase spesification yang berlaku. Setelah itu, barang dapat diterima akan tetapi sebelumnya harus diperiksa menurut faktur yang ada. Barang yang sudah diterima selanjutnya dipindahkan kegudang barang.

2.4              Tinjauan tentang Pelaksanaan Sistem FIFO
FIFO atau first in first out,adalah sistem penyimpanan makanan dengan mengeluarkan lebih dahulu makanan yang terlebih dulu dimasukkan. Untuk menghindarkan kerusakan yang mungkin akan terjadi pada produk, jadi keluarnya barang secara berurutan atau sesuai kronologis. Sistem ini biasanya digunakan untuk barang barang yang kurang bisa tahan lama. Contohnya gula, beras, telur, tepung dan sejenisnya.
Fungsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2011:131) fungsi berarti kegunaan,berguna. Sebagaimana mestinya setelah barang-barang disimpan maka setelah itu akan dilakukan pengeluaran dan pengambilan barang agar kebutuhan akan bahan baku pengolahan selalu tersedia. Pengeluaran ini hendaknya harus menerapkan sistem FIFO agar pertukaran barang baru dan lama dapat terjadi.
Menurut Soekrisno (2001:59) bahwa:
mengeluarkan bahan dasar makanan untuk diolah dahulukan yang paling lama disimpan. Sehingga rotasi bahan tersebut dapat diatur (FIFO). Lalu menempatkannya harus tetap rapi, mudah di lihat, dan di keluarkan.
Metode FIFO adalah suatu metode dimana menerapkan sistem barang masuk maka barang itu pula yang dikeluarkan terlebih dahulu. Karena, barang yang lebih dahulu diterima memiliki tanggal kadaluarsa yang berbeda dengan barang yang diterima belakangan. Sebab, tanggal produksi dari barang tersebut berbeda. Maka itu Bartono (2005:73) menyatakan bahwa: keluar masuknya barang diatur dalam sistem FIFO.
Karena metode ini dapat memberikan kepastian akan kualitas dari produk yang tersimpan didalam gudang penyimpanan bahan makanan. Selain itu, metode ini juga dapat membuat barang lama akan segera terpakai. Selain pengertian FIFO penulis juga akan membahas mengenai tujuan FIFO yang berhubungan dengan sistem pengambilan barang.
Seperti yang dikatakan Richard (2005:73) menyatakan bahwa: FIFO  bertujuan agar barang yang lama tersimpan dapat segera terpakai. Prinsip ini perlu diterapkan agar barang yang tersimpan didalam gudang selalu barang yang dalam keadaan yang lebih baru dan masa kadaluarsanya lebih lama dibandingkan barang yang pertama diterima.
Departemen Parpostel (tanpa tahun:46) mengatakan: pengeluaran bahan makanan pada gudang dengan menggunakan sistem FIFO berguna mencegah bahan makanan rusak karena disimpan terlalu lama. Menurut Dopson (2008:100) bahwa : first in first out (FIFO) means that you intend to rotated in your stock in such a way that product alrady on hand is sold priorty the sale of more recently delivered product. Hal ini juga dijelaskan oleh Departemen Kesehatan RI (2004:112), pengambilan dengan cara first in first out (FIFO), yaitu yang disimpan lebih dahulu digunakan dahulu  (antri), agar tidak ada makanan yang busuk.
            Penataan bahan makanan dianjurkan bahan yang frekuensi pemakaiannya tinggi disimpan didekat pintu, bahan makanan yang dikemas dengan ukuran besar dan berat di taruh di bawah, kemudian diikuti yang sedang dan yang ringan diatas.
            Berdasarkan Logistik Indonesia 2010 Pergudangan, Diperoleh dari http://logistik indonesia.blogspot.com pada 18 Juli 2013,  metode atau sistem penyimpanan barang secara FIFO (First in First Out). Seperti yang telah di uraikan sebelumnya sistem ini adalah suatu cara penyimpanan barang yang mana barang yang pertama kali masuk gudang maka juga yang pertama keluar dari gudang. Sistem ini sebenarnya memiliki banyak kelebihan, antara lain:
1.      Barang akan lebih terjaga kualitasnya
Dengan menggunakan sistem FIFO diharapkan barang yang pertama kali masuk juga pertama kali keluar. Jadi barang tidak terlalu lama tersimpan di dalam store.
2.      Pengendalian harga lebih terjamin
Selain menjaga kualitas barang kelebihan lain dari sistem ini adalah adanya kestabilan harga barang-barang yang disimpan.
Keuntungan atau kelebihan lain dari sistem FIFO yaitu pada saat pencatatan barang digudang. Yang mana petugas pencatatan barang masuk dan barang keluar akan lebih mudah mengontrol. Hal ini dikarenakan keluarnya barang secara berurutan atau sesuai kronologis. Jadi petugas pencatat biasanya tidak perlu melakukan pengecekan terhadap semua barang. Petugas biasanya hanya mengecek jumlah barang yang keluar pada saat itu apakah sesuai dengan jumlah barang pada saat barang tersebut masuk.
Seperti juga yang dikemukakan Wiyasha (2006:51) menjelaskan bahwa : Bahan makanan dikeluarkan dengan sistem FIFO. Untuk dapat melakukan hal ini petugas harus membuat tanda pada bahan makanan yang harus lebih dahulu dikeluarkan dari gudang (melalui formulir permintaan barang).
Dari kutipan di atas dapat dikatakan bahwa jika akan mengambil barang harus mengutamakan FIFO selain itu harus disertai formulir permintaan barang yang di inginkan (Store Requistion).
            Sedangkan dalam pengeluaran bahan makanan menggunakan sistem FIFO atau fisrt in first out yang artinya bahan yang pertama masuk harus dikeluarkan lebih dahulu. Dengan sistem FIFO ini diharapkan dapat mencegah atau menghambat bahan makanan rusak, karena terlalu lama disimpan di store.

BAB II LANDASAN TEORITIS 


Facebook Comment