Showing posts with label Dasar-Dasar Ilmu Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Dasar-Dasar Ilmu Ekonomi. Show all posts

Dasar-Dasar Ilmu Ekonomi Oleh Sadono Sukirno

Dasar-Dasar Ilmu Ekonomi Oleh Sadono Sukirno
BAB II
ILMU EKONOMI
Oleh : Sadono Sukirno



2.1 Bidang Studi Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi adalah suatu bidang yang sudah cukup lama berkembang. Sebagai satu bidang ilmu pengetahuan, perkembangannya bermula sejak tahun 1776, yaitu setelah Adam Smith seorang pemikir dan ahli ekonomi iInggris menerbitkan bukunya yang berjudul: “An Inquiry into the Nature and Cause of the Wealth of Nations”. Beberapa pandangan dalam buku beliau masih tetap mendapat perhatian dalam pemikiran ahli-ahli ekonomi pada masa kini. Adam Smith dapat dianggap sebagai “bapak ilmu ekonomi”.

Dalam dua abad setelah zamannnya Adam Smith dunia telah menjadi sangat berkembang. Dalam masa hidup Adam Smith, Revolusi Industri baru saja akan bermula. Sekarang ini kegiatan industri sudah sangat canggih dan teknologi yang digunakan sudah sangat berbeda dengan yang terdapat pada zamannya Adam Smith. Juga organisasi perusahaan sudah jauh lebih kompleks dan sistem kegiatan memproduksi sudah jauh lebih rumit. Corak kegiatan perekonomian negara secara keseluruhannya juga sudah sangat berbeda. Pertumbuhan dan modernisasi kegiatan ekonomi diberbagai negara sangat mempengaruhi perkembangan pemikiran-pemikiran ekonomi sejak penerbitan buku Adam Smith sperti dinyatakan diatas. Pada masa ini berbagai analisisis dalam ilmu ekonomi telah menjadfi lebih komleks dan memberi gambaran yang lebih lengakap mengenai kegiatan suatu perekonomian. Secara garis besarnya, analisis utama dalam ilmu ekonomi dapat dibedakan kepada dua bentuk teori mikroekonomi dan teori makroekonomi.


2.2 Masalah Ekonomi dan Kebutuhan Untuk Membuat Pilihan

A. Masalah Pokok Perekonomian: Kekurangan

1. Masalah Kelangkaan
Kelangkaan atau kekurangan berlaku sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara (i) kebutuhan masyarakat dengan (ii) faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat. Di satu pihak, dalam setiap masyarakat selalu terdapat keinginan yang relatif tidak terbatas untuk menikmati berbagai jenis barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Sebaliknya di lain pihak, sumber-sumber daya atau faktor-faktor produksi yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah relatif terbatas. Oleh karenanya masyarakat tidak dapat memperoleh dan menikmati semua barang yang mereka butuhkan atau inginkan, mereka perlu membuat pilihan.


2. Kebutuhan Masyarakat
Yang dimaksud dengan kebutuhan masyarakat adalah keinginan masyarakat untuk memperoleh barang dan jasa. Sebagian barang dan jasa ini diimport dari luar negeri. Tetapi kebanyakan diproduksikan didalam negeri. Keinginan untuk memperoleh barang dan jasa dapat dibedakan kepada dua bentuk:
a. Keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli
b. Keinginan yang tidak disertai oleh kemampuan untuk membeli

Barang yang dibutuhkan manusia terutama terdiri dari benda yang dapat dilihat dan diraba secara fisik. Di samping itu ada juga barang yang tidak dapat diraba dan dilihat seperti udara. Jasa bukanlah benda sebab ia merupakan layanan seseorang atau suata barang yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat.

3. Jenis-jenis Barang
Terdapat banyak cara untuk menggolongkan jenis-jenis barang dalam perekonomian. Pertama sekali perlu dibedakan antara barang ekonomi dan barang cuma-cuma. Barang ekonomi adalah barang yang memerlukan usaha untuk memperolehnya (contoh: beras, makanan lain dan barang-barang produksi industri). Sedangkan barang cuma-cuma seperti udara, oksigen, sinar, matahari dan air hujan, adalah barang yang dapat dinikmati tanpa melakukan kegiatan memproduksi. Barang ekonomi dapat pula dibedakan kepada barang konsumsi (contoh: makanan, pakaian, dan sepeda motor) dan barang modal (contoh: mesin, peralatan bengkel, dan bangunan perkantoran). Barang ekonomi juga dapat dibedakan antara barang akhir (contoh: roti, kursi, dan mobil) dan barang setengah jadi (cotoh: tepung gandum, karet dan minyak kelapa sawit). Selanjutnya, dalam teori ekonomi terdapat dua cara penggolongan lain yaitu:
  • Berdasarkan kepentingan barang tersebut dalam kehidupan manusia. Barang-barang tersebut dibedakan kepada barang inferior (contoh: ikan asin dan ubi kayu), barang esensial (contoh:beras, gula dan kopi), barang normal (contoh: baju dan buku) dna barang mewah (contoh: mobil dan emas).
  • Berdasarkan cara penggunaanbarag tersebut oleh masyarakat. Barang-barang tersebut dibedakan menjadi barang pribadi (contoh: makanan, pakaian dan mobil) dan barang-barang publik (contoh: jalan raya, lampu lalu lintas dan mercu suar).
4. Faktor-faktor Produksi
Yang dimaksudkan dengan faktor-faktor produksi adalah benda-benda yang disediakan oleh alam atau diciptakan oleh manusia yang dapat digolongkan untuk memproduksi barang dan jasa. Faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian dibedakan kepada empat jenis yaitu:
  • Tanah dan sumber alam Faktor produksi ini disediakan alam. Faktor produksi ini meliputi tanah, berbagai jenis barang tambang, hasil hutan dan sumber alam yang dapat dijadikan modal seperti air yang dibendung untuk irigasi atau untuk pembangkit tenaga listrik.
  • Tenaga kerja Pengertian tenga kerja meliputi juga keahlian dna ketrampilan yang mereka miliki. Dari segi keahlian dan pendidikannya, tenaga kerja dibedakan kepada tiga golongan berikut:
  1. Tenaga kerja kasar adalah tenaga kerja yang tidak berpendidikan atau rendah pendidikannnya dan tidak memiliki keahlian dalam suatu bidang pekerjaan.
  2. Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dari pelatihan atau pengalaman kerja seperti montir mobil, tukang kayu dan ahli mereparasi TV dan radio.
  3. Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki pendidikan cukup tinggi dan ahli dalam bidang tertentu spertii dokter, akuntan, ahli ekonomi dan insinyur.
  • Modal Faktor produksi ini merupakan benda yang diciptakan oleh manusia dan digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang mereka butuhkan. Beberapa contohnya adalah sistem pengairan, jaringan jalan raya, bangunan pabrik dan pertokoan, mesin-mesin dan peralatan pabrik dan alat-alat pengangkutan.
  • Keahlian keusahawanan Faktor produksi ini berbentuk keahlian dan kemampuan pengusaha untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan usaha.
5. Keterbatasan Kemampuan Memproduksi
Di dalam masyarakat, faktor-faktor produksi yang tersedia relatif terbatas jumlahnya. Kemampuannya untuk memproduksi barang dan jasa adalah jauh lebih rendah daripada jumlah keinginan masyarakat tersebut.


B. Membuat Pilihan Untuk Memaksimumkan Kesejahteraan
1. Pilihan dalam mengkonsumsi


Setiap individu harus memikirkan cara terbaik dalam menggunakan sumber-sumber daya yang dimilikinya. Usaha ini bertujuan untuk memaksimumkan pendapatan yang akan dinikmatinya dengan menggunakan suber-sumber daya yang yang dimilikinya tersebut. Seterusnya, dengan pendapatan yang diterima dari penggunaan sumber-sumber daya yang dimilikinya, setiap individu akan menentukan jenis-jenis dan jumlah barang yang akan dibelinya. Dengan pendapatan yang diperolehnya, setiap individu tidak dapat memiliki semua barang yang diinginkannnya. Oleh sebab itu sekali lagi mereka haru menentukan pilihan.

2. Pilihan dalam memproduksi

Dalam perekonomian, perusahaan-perusahaan dikembangkan untuk menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan oleh individu, perusahaan lain dan pemerintah. Dalam penjualan barang, para pengusaha akan menentukan tingkat produksi yang memberi keuntungan paling banyak kepada kegiatannya. Sedangkan dalam pengunaan faktor-faktor produksi, yang perlu difikirkan adalah menentukan kombinasi faktor produksi yang akan meminumkan biaya produksi.

3. Masalah membuat pilihan dalam kegiatan produksi
Setiap negara juga harus menentukan pilihan. Setiap negara mempunyai banyak tujuan dalam mengatur maupun menjalankan kegiatan ekonomi. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan mantap, mengatasi masalah pengangguran, menaikkan taraf hidup penduduknya, dan menyamaratakan pendapatan adalah beberapa tujuan penting dari kegiatan pemerintah.


2.3 Defenisi Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang sangat luas liputannya. Profesor P.A. Samuelson, salah seorang ahli ekomi yang terkemuka di dunia yang menerima hadiah Nobel untuk ilmu ekonomi pada tahun 1970 memberikan defenisi ilmu ekonomi secara berikut:

Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai individu-individu dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunanan uang, dengan menggunakan sumber-sumber daya yang terbatas tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumsi, sekarang dan di masa datang, kepada berbagai individu dan golongan masyarakat.


2.4 Jenis-Jenis Analisis Ekonomi
a. Ekonomi deskriptif

Bidang ilmu ekonomi ini adalah analisis ekonomi yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya wujud dalam perekonomian.

b. Teori ekonomi

Teori ekonomi adalah pandangan-pandangan yang menggambarkan sifat hubungan yang wujud dalam kegiatan ekonomi, dan ramalan tentang peristiwa yang terjadi apabila suatu keadaan yang mempengaruhinya mengalami perubahan.

c. Ekonomi terapan
Dalam perekonomian tujuan-tujuan yang ingin dicapai adalah:
· Mencapai pertumbuhan ekonomi yang cepat
· Menciptakan kestabilan harga-harga
· Mengatasi masalah pengangguran
· Mewujudkan distribusi pendapatan yang merata.

2.5 Pernyataan Positif dan Pernyataan Normatif
a. Pernyataan positif

Pada hakikatnya pernyataan positif adalah pernyataan mengenai fakta-fakta yang wujud dalam masyarakat dan oleh sebab itulah kebenarannya dapat dibuktikan dengan memperhatikan kenyataan yang berlaku. “kalau produksi beras turun maka harganya akan naik” dan “kalau beras dijual ke kota maka harganya lebih mahal daripada didesa” adalah contoh-contoh dari pernyataan positif.

b. Pernyataan positif
Pernyataan normatif adakalanya sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak bersifat rasional seperti faktor kebudayaan, filsafat, dan keagamaan. Karena sifatnya tersebut, kebenaran pernyataan normatif tidak dapat dibuktikan dengan melihat kenyataan. Perhatikanlah pernyataan berikut: “peningkatan kesejahteraan masyarakat harus dilakukan dengan mempercepat pertambahan pendapatan nasional” dan “peningkatan kesejahteraan masyarakat harus dilakukan dengan berusaha agar pertambahan pendapatan dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat”.

2.6 Sifat-Sifat Teori Ekonomi

Setiap teori mempunyai 4 unsur penting yaitu:
a. Variabel
Hal-hal yang berkaitan satu sama lain dinamakan variabel, yaitu suatu besaran yang nilainya dapat mengalami perubahan. Variabel adalah unsur yang penting dalam setiap teori. Sebagai contoh peranan variabel dalam teori harga.

b. Asumsi
Membuat asumsi atau pemisahan-pemisahan merupakan salah satu syarat penting dalam membuat teori dalam ilmu sosial. Tanpa asumsi sangat sukar untuk menjelaskan sifat-sifat perhubungan diantara berbagai variabel oleh karena kegiatan ekonomi dan kehidupa perekonomian sangat komplek sifatnya.

c. Hipotesis
Hipotesis adalah suatu pernyataan mengenai bagaimana variabel-variabel yang dibicarakan berkaitan satu sama lain.

d. Membuat ramalan
Teori ekonomi dapat pula meramalkan keadaan yang akan berlaku. Peramalan itu dapat digunakan sebagai landasan dalam merumuskan langkah-langkah untuk memperbaiki keadaan dalam perekonomian.

2.7 Alat-Alat Analisis Dalam Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi memerlukan beberapa alat analisis untuk menerangkan teori-teorinya dan untuk menguji kebenaran teori-teori tersebut. Grafik dan kurva adalah laat analisis yag utama dalam teori ekonomi. Dalam teori yang lebih mendalam (advanced), matematika dan persamaan matematika memegang peranan yang sangat penting. Disamping itu statistik adalah alat analisis untuk mengumpulkan fakta dan menguji kebenaran teori ekonomi.


2.8 Peranan Ahli Ekonomi Dalam Kebijakan Nasional
Dalam menerangkan sifat-sifat teori ekonomi telah pun diterangkan bahwa salah satu peranan dari teori ekonomi adalah meramalkan keadaan yang akan wujud pada masa yang akan datang.

Tujuan-tujuan utama dari kebijakan nasional yaitu: mencapai pertumbuhan ekonomi yang cepat, menciptakan kestabilan harga, mengurangi pengangguran, dan mewujudkan distribusi yang merata.

Di dalam memikirkan cara-cara mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi dan mewujudkan tujuan-tujuan ekonomi yang ditentukan, analisis yang dibuat haruslah meliputi persoalan-persoalan berikut:

a. Tujuan-tujuan dari kebijakan yang dijalankan
b. Cara-cara yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan0tujuan tersebut
c. Jenis pengorbanan yang harus dibuat untuk mencapai tujuan tersebut
d. Akibat buruk yang mungkin berlaku apabila suatu langkah atau kebijakan ekonomi dilaksanakan
e. Menjajaki langkah alternatif lain yang lebih baik untuk mencapai tujuan-tujuan yang ingin dicapai.


2.9 Mikro Ekonomi dan Makro ekonomi
A. Teori mikro ekonomi
Mikro berarti kecil, teori mikro ekonomi dapat didefenisikan sebagai: satu bidang studi dalam ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian-bagian keci dari keseluruhan kegiatan perekonomian.

Dalam teori mikro ekonomi masalah dibagi dan dibedakan menjadi tiga persoalan yaitu:
· Apakah jenis-jenis barang dan jasa yang perlu diproduksikan?
· Bagaimanakah barang dan jasa yang diperlukan masyarakat akan dihasilkan?
· Untuk siapakah barang dan jasa perlu dihasilkan?

a. Interaksi di pasar barang
Teori mikro ekonomi tidak menerangkan operasi keseluruhan pasar tersebut secara serentak. Untuk menunjukkan bagaimana suatu pasar berfungsi dan beroperasi, teori mikro ekonomi terutama menerangkan tentang interaksi antara pembeli dan penjual di suatu pasar barang, misalnya di pasaran kopi atau karet.

b. Tingkah laku penjual dan pembeli
Teori mikro ekonomi menunjukkan (i) bagaimana seseorang pembeli menggunakan sejumlah pendapatan (atau uang) untuk membeli berbagai jenis barang yang dibutuhkannya, dn (ii) bagaimana seseorang penjual/produsen menentukan tingkat produksi yang akan dilakukannya.

c. Interaksi di pasaran faktor
Aspek penting lain yang dianalisi teori mikro ekonomi adalah interaksi penjual dan pembeli di pasaran faktor-faktor produksi. Interaksi antara pembeli dan penjual faktor-faktor produksi di berbagai pasaran faktor produksi akan menentukan harga faktor produksi dan banyaknya jumlah faktor produksi yang akan digunakan.

B. Teori Mikro Ekonomi
Makro berati besar, dari arti kata “makro” tersebut sudah dapat diduga bahwa teori makro ekonomi membuat analisismengenai kegiatan dalam suatu perekonomian dari sudut pandangan yang berbeda dari teori mikro ekonomi. Analisis makro ekonomi merupakan analisis terhadap keseluruhan kegiatan perekonomian. Analisisnya bersifat umum dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam perekonomian.

1. Penentuan kegiatan perekonomian
Analisis ini menerangkan tentang sampai di mana suatu perekonomian akan menghasilkan barang dan jasa. Analisis dalam makroekonomi merincikan pengeluaran agregat kepada 4 komponen: pengeluaran rumah tangga(biasanya disebut sebagai konsumsi rumah tangga), pengeluaran pemerintah, pengeluaran perusahaan-perusahaan (biasanya juga disebut investasi) dan ekspor dan impor. Teori makro ekonomi meliputi juga analisis dalam berbagai aspek berikut:

a. Masalah ekonomi yang dihadapi, terutama pengangguran dan inflasi, dan bentuk kebijakan pemerintah untuk mengatasinya.
b. Peranan uang dalam penentuan kegiatan ekonomi.

2. Masalah pengangguran dan inflasi
Teori makro ekonomi dilengkapi pula dengan analisis yang lebih mendalam mengenai berbagai bentuk masalah yang akan timbul apabila pengeluaran agregat tidak mencapai tingkatnya yang ideal.

Pada umumnya pengeluaran agregat yang sebenarnya daalah lebih rendah dari pada yang diperlukan untuk mencapai kesempatan kerja penuh. Keadaan seperti ini akan menimbulkan pengangguran. Adakalanya permintaan agregat melebihi kemampuan perekonomian untuk memproduksi barang dan jasa. Keadaan ini menyebabkan kenaikan harga-harga atau inflasi.

3. Peranan kebijakan pemerintah
Langkah-langkah pemerintah yang utama dalam mengatasi masalah pengangguran dan inflasi merupakan aspek penting lainnya dari analisis dalam teori makro ekonomi. Langkah-langkah pemerintah yang utama dalam mengatasi masalah pengangguran dan inflasi dibedakan kepada dua bentuk kebijakan yaitu: kebijakan fiskal, adalah upaya pemerintah mengubah struktur dan jumlah pajak dan pengeluarannya denganmaksud untuk mempengaruhi tingkat perekonomian. Sedangkan kebijakan moneter adalah langkah-langkah pemerintah dalam mempengaruhi jumlah uang dalam perekonomian atau mengubah suku bunga dengan tuhjuan untuk mengatasi masalah perekonomian yang dihadapi.
Read More

Dasar-Dasar Ilmu Ekonomi

Dasar-Dasar Ilmu Ekonomi

BAB I
KONSEP ILMU EKONOMI
Oleh : Alam S


1.1 Kebutuhan

A. Pengertian Kebutuhan

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kebutuhan manusia ternyata tidak terbatas. Mengapa kebutuhan manusia tidak terbatas? Sesuai dengan kodratnya, manusia selalu merasa kekurangan. Manusia selalu menginginkan kemakmuran. Ketika belum mempunyai rumah, seseorang ingin mempunyai rumah. Tentu berikut segala macam isinya. Apakah cukup sampai disitu? Tidak! Kenyataan menunjukkan bahwa jika suatu kebutuhan sudah terpenuhi, maka kebutuhan lainnya akan muncul. Untuk sementara waktu, orang tadi mungkin sudah merasa senang memiliki rumah beserta semua isinya. Namun, dia masih ingin memiliki mobil, villa di puncak, atau flat di Singapura.

B. Jenis-Jenis Kebutuhan
Secara garis besar, kebutuhan manusia dapat kita bagi menjadi empat kelompok, yaitu kebutuhan menurut tingkat intensitas, sifat, subjek, dan waktu kebutuhan.

1. Jenis kebutuhan menurut tingkat intensitas
Menurut intensitas penggunaannya, kebutuhan dapat kita bagi menjadi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier (mewah).
  • Kebutuhan primer adalah jenis kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia dapat mempertahankan hidupnya. Agar dapat hidup, manusia harus makan, minum, dan berpakaian. Selain itu manusia memerlukan tempat tinggal atau rumah. Kebutuhan primer sering juga disebut kebutuhan alamiah.
  • Kebutuhan sekunder. Setelah manusia dapat memenuhi kebutuhan primernya, manusia juga masih memerlukan kebutuhan lainnya yang bersifat pelengkap dan sering disebut sebagai kebutuhan sekunder. Misalnya, manusia perlu sepeda, kipas angin, meja, kursi kulkas, dan peralatan lainnya yang berfungsi untuk meningkatkan kenyamanan.
  • Kebutuhan tersier. Pada umumnya, seseorang masih merasa belum cukup meskipun dia telah dapat memenuhi kebutuhan primer dan sekundernya. Dia masih memerlukan hal-hala laian yang tingkatannya lebih tinggi. Dia masih memilki keinginan untuk memiliki mobil, piano, kapal pesiar, serta kebutuhan mewah lainnya. Pemakaian barang-barang mewah dapat menaikkan status sosial seseorang.
2. Jenis kebutuhan menurut sifat
Jenis kebutuhan ini dibagi atas dasar sasaran dari alat pemuas kebutuhan yang digunakan. Ada alat pemuas kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani. Ada pula yang berhubungan dengan rohani.
  • Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani. Kebutuhan jasmani antara lain pakaian, makanan dan minuman.
  • Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang bersifat kejiwaan. Misalnya, agar terhindar dari kebosanan rutinitas sekolah, kita perlu menghibur diri dengan mendengarkan musik atau menonton film. Sebagai makhluk beragama, kita pun ingin menjalankan ibadah dengan baik.
3. Jenis kebutuhan menurut subjek yang membutuhkan
Menurut subjek yang membutuhkan, kebutuhan dapat dibedakan menjadi kebutuhan individual dan kebutuhan umum.
  • Kebutuhan individual menunjuk pada kebutuhan tiap-tiap orang yang berbeda-beda. Petani membutuhkan cangkul dan pupuk. Sedangkan guru membutuhkan buku pelajaran dan kapur tulis.
  • Kebutuhan umum berhubungan dengan penggunaan barang dan jasa oleh banyak orang. Sebgai contoh, jembatan penyeberangan digunakan oleh semua orang yang akan menyeberangi jalan.
 
4. Jenis kebutuhan menurut waktu
Atas dasar waktu pemenuhan, kebutuhan dibedakan menjadi kebutuhan sekarang dan kebutuhan yang akan datang.
  • Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi saat ini. Misalnya, orang yag sakit harus segera berobat agar sembuh, Orang yang lapar harus segera makan, orang yang hasu harus segera minum.
  • Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang sifatnya tidak mendesak dan dapat ditunda sampai dengan waktu yang telah ditentukan. Kebutuhan ini berhubungan dengan persediaan dan persiapan untuk waktu yang akan datang. Misalnya, orang tua menabung untuk persiapan uang sekolah anaknya atau untuk berekreasi bersama keluarga.

C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan
1. Peradaban

Peradaban adalah salah satu faktor yang membuat kebutuhan tiap zaman berbeda. Pada zaman dahulu, peradaban manusia masih sangat rendah. Kebutuhan manusia pada masa itu masih tertuju pada kebutuhan primer. Jenis kebutuhan serta cara pemenuhannya pun masih sangat sederhana. Misalnya, nenek moyang kita cukup berpakaian seadanya dengan menggunakan kulit kayu atau daun-daunan. Makan pun cukup dengan umbi-umbian.

Seiring dengan berkembangnya peradaban, semakin berkembang pula jenis kebutuhan. Mausia membutuhkan makanan lain yang lebih beravariasi dan pakaian yang terbuat dari bahan yang bagus.

2. Lingkungan
Lingkungan termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia. Kebutuhan masyarakat yang mendiami sebuah pesisir berbeda dengan masyrakat yang mendiami pegunungan. Penduduk pesisir lebih membutuhkan jaring, perahu, pancing, atau kapal motor agar dapat menangkap ikan di laut. Sedangkan penduduk pegunungan lebih membutuhkan cangku, benih tanaman, atau pupuk untuk bercocok tanaman.


3. Adat istiadat
Adat istiadat atau tradisi juga banyak mempengaruhi perbedaan kebutuhan setiap individu atau kelompok individu. Pria Jawa memiliki tardisi untuk menggunakan blangkon. Sementara pria di daerah lainnya tidak demikian.

4. Agama
Agama juga termasuk salah satu faktor yang membuat kebutuhan setiap individu berbeda. Misalnya, penganut agama Islam membutuhkan sajadah untuk salat dan dilarang mengonsumsi daging babi, sedangkan penganut agama Hindu membutuhkan sesajen dalam upacara keagamaannya dan dilarang mengonsumsi daging sapi.


1.2 Ketersediaan Barang dan Jasa
Seperti telah dikemukan sebelumnya, kebutuhan manusia begitu banyak, beragam, dan terus berkembang. Kebutuhan tersebut akan terus berlanjut sampai manusia menghembuskan nafas terakhirnya. Sepanjang hidupnya, manusia akan selalu berusaha memenuhi berbagai kebutuhan yang tak terbatas tersebut. Namun demikian, tentu sjaa tidak semua kebutuhan bisa dipenuhi. Manusia harus melakukan pilihan di antara alternatif yang paling menguntungkannya. Mengapa kita harus melakukan pilihan? Sebab jenis dan jumlah benda pemuas kebutuhan tersedia terbatas (langka), sementara jumlah dan jenis yang dibutuhkan tidak terbatas. Inilah sebenarnya yamg menjadi inti masalah ekonomi.

Mengapa terjadi kelangkaan? Kelangkaan timbul sebagai akibat beberapa hal berikut ini.
a. Keterbatasan jumlah benda pemuas kebutuhan yang ada di alam
Di alam telah tersedia banyak benda yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun, karena tidak semua benda tersebut dapat segera diperbaharui, maka jumlahnya pun terbatas. Misalnya, minyak bumi dan barang-barang tambang lainnya yang memerlukan waktu beribu-ribu tahun untuk memperbaharuinya.

b. Kerusakan sumber daya akibat ulah manusia
Penebangan hutan yang tidak terencana dengan baik mengakibatkan hutan tersebut menjadi cepat rusak dan gundul. Ini tentu memerlukan waktu lama untuk memperbaikinya. Contoh lain, akibat pencemaran air tidak bisa diminum. Tercemarnya air juga menyebabkan beberapa jenis ikan mati. Oleh karena itu, manusia harus berhati-hati menggunakan sumber daya alam yang tersedia. Jangan karena kesalahan manusia, sumber daya yang tersedia menjadi rusak. Kita yang hidup sekarang harus dapat mewariskan lingkungan atau sumber daya yang baik pada generasi yang akan datang.

c. Keterbatasan kemampuan manusia untuk mengolah sumber daya yang ada
Keterbatasan kemampuan untuk mengolah terjadi karena kekurangan ilmu pengetahuan an teknologi. Namun, bisa juga karena kekurangan modal dan faktor-faktor lain.

d. Peningkatan kebutuhan manusia yang lebih cepat dibandingkan dengan penyediaan sarana kebutuhan
Dewasa ini, pemerintah dan para pengusaha telah bekerja keras untuk menyediakan rumah murah melalui fasilitas KPR/BTN atau kredit pemilikan rumah lainnnya. Walaupun demikian, masih banyak orang yang tidak memilki rumah. Mengapa demikian? Karena pertambahan penduduk lebih cepat dari pada usaha penyediaan rumah.

Jadi, kata kunci yang harus digaris bawahi sekarang adalah terbatasnya benda pemuas kebutuhan yang tersedia sedangkan jumlah dan jenis yang dibutuhkan tidak terbatas.

1.3 Alokasi Sumber Daya yang Bermanfaat Bagi Rakyat Banyak
Sebelumnya telah diuraikan bahwa sumber daya (barang dan jasa) adalah langka. Karena kelangkaan inilah individu dan masyarakat harus menentukan pilihan. Konsumen harus mencari kepuasan maksimal dari penggunaan barang dan jasa yang terbatas itu. Produsen atau perusahaan harus memanfaatkan sumber daya produksi (faktor-faktor produksi) yang terbatas untuk menghasilkan output (barang dan jasa yang optimal).

Karena keterbatasan sumber daya produksi, kita mengenal kurva batas kemungkinan produksi (production possibility frontiner curve). Jika suatu jenis barang diproduksi lebih banyak, maka jenis barang lainnya harus dikurangi. Dalam kurva batas kemungkinan produksi kita mengandaikan bahwa sebuah barang perusahaan hanya memproduksi dua jenis barang, yaitu barang X dan barang Y.

Untuk memproduksi barang X dan barang Y diperlukan sumber daya ekonomi tertentu. Jika perusahaan memproduksi Y sejumlah 30 unit, barang X bisa diproduksi 60 unit. Jika perusahaan memilih memproduksi barang Y sejumlah 50 unit, maka barang X hanya dapat diproduksi 40 unit. Yang perlu diperhatikan adalah adalah bahwa jika ada penambahan produksi untuk barang tertentu, produksi barang yang lain harus dikurangi. Produsen harus memilih kombinasi yang paling menguntungkan. Output pada titik C tidak mungkin dapat dilakukan karena berada diluar kemungkinan batas produksi. Pada titik A, seluruh output yang diproduksi adalah barang Y sejumlah 70 unit. Tak satu unit pun barang X diproduksi. Sebaliknya pada titik B seluruh sumber daya hanya digunakan untuk memproduksi barang X sejumlah 80 unit.

Harus diketahui bahwa lereng (slope) kurva batas kemungkinan produksi adalah negatif. Artinya, jika diputuskan menambah produksi suatu jenis barang, maka perusahaan harus mengurangi produksi jenis barang yang lain.

Adakah keterkaitan kurva kemungkinan produksi dengan penyelenggaraan negara? Seperti halnya perusahaan, negara juga harus mengalokasikan sumber daya (sumber daya alam dan manusia) yang dimilikinya demi kemakmuran rakyat.

Apakah yang terjadi jika sumber daya alam yang ada melimpah, tetapi tidak dapat digunakan secar optimal oleh negara? Katakanlah, sumber daya alam yang tersedia tidak terkelola dengan baik atau sejumlah besar penduduk tidak mendapatkan lapangan kerja yang layak? Tentu saja negara tidak dapat menjalankan pembangunan (yang bisa kita anadaikan dengan barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan) dengan baik. Keadaan ini smaa artinya dengan kurva batas kemungkinan produksi di daerah berarsir gelap.

1.4 Biaya Peluang (Opportunity Cost)

Kita telah membahas bahwa hidup penuh dengan pilihan. Karena kelangkaan sumber daya, kita selalu memutuskan barang apa yang ingin kita beli atau aktivitas yang ingin kita lakukan. Apakah kita ingin ke bioskop atau cukup menonton VCD di rumah? Apakah kita ingin bertamasya atau menyelesaikan pekerjaan di rumah? Setiap pilihan yang kita ambil berarti pengorbanan atas pilihan lain, yang menyebabkan timbulnya biaya untuk melakukan hal lain tersebut. Disebut apakah biaya yang timbul karena kondisi tersebut? Ikuti pembahasan berikut!


A. Pengertian Biaya Peluang
Biaya peluang muncul ketika seseorang dihadapkan pada beberapa pilihan dan dia harus memilih salah satunya. Oleh karena itu, biaya peluang adalah nilai barang atau jasa yang dikorbankan karena memilih alternatif kegiatan.

Contohnya adalah biaya kuliah di perguruan tinggi. Jika kamu telah lulus SMA dan memutuskan untuk kuliah di perguruan tinggi, kamu mungkin menghitung biaya kuliah (antara lain uang semester, uang kos, buku pelajaran, uang praktikum, dan uang pembangunan) berjumlah total Rp10.000.000,00 setahun. Apakah jumlah tersebut adalah biaya peluang untuk kuliah di perguruan tinggi selama setahun? Bukan! Kamu juga harus menghitung biaya peluang waktu yang dihabiskan karena kuliah. Jika setelah lulus SMA atau MA kamu tidak memilih kuliah, melainkan bekerja di sebuah pabrik, selama setahun kamu bisa mendapatkan gaji total Rp13.000.000. Dengan demikian, jika kita menambahkan biaya yang benar-benar dikeluarkan untuk kuliah dan pendapatan yang terpaksa kita korbankan karena tidak bekerja, kita akan mendapatkan biaya peluang kuliah sebesar Rp23.000.000 (sama dengan Rp10.000.000 + Rp13.000.000).

Biaya yang benar-benar dikeluarkan disebut dengan biaya eksplisit. Adapun biaya peluang merupakan biaya implisit. Baik biaya eksplisit maupun biaya implisit harus diperhitungkan dalam melakukan keputusan-keputusan ekonomi. Kedua biaya ini disebut dengan biaya sesungguhnya (genuine cost)

Konsep biaya peluang ini adalah bahasan sentral dalam ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi selalu mempertimbangkan biaya peluang dari setiap keputusan dalam memenuhi kebutuhan atau melakukan kegiatan ekonomi.


B. Perbedaan Biaya Sehari-hari dengan Biaya Peluang
Biaya adalah pengorbanan untuk mendapatkan suatu tujuan. Di suatu perusahaan, biaya merupakan pengorbanan untuk memproduksi suatu barang, memasarkan suatu barang, atau kegiatan lainnya. Jika pengorbanan itu untuk memproduksi suatu barang, maka biaya atau pengorbanan tersebut dinamakan baiay produksi. Jika biaya tersebut untuk memasarkan suatu barang, maka biaya tersebut dinamakan biaya pemasaran.

Biaya sehari-hari adalah pengorbanan yang harus dilakukan untuk melakukan suatu kegiatan (kegiatan ekonomi), tanpa memperhitungkan kerugian karena dikorbankannnya kegiatan lain. Di lain pihak, biaya peluang adalah biaya yang muncul secara implisit karena melakukan suatu kegiatan dan mengorbankan kegiatan yang lain.

KLIK LINK di bawah ini untuk Melihat Penjelasan Tentang
Read More