Showing posts with label Abstrak. Show all posts
Showing posts with label Abstrak. Show all posts

MAKALAH REFLEKSI PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN

MAKALAH REFLEKSI PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN
PENDAHULUAN
Kewirausahaan (entrepreneur) merupakan persoalan penting di dalam perekonomian suatu bangsa yang sedang berkembang. Kemajuan atau kemunduran  ekonomi suatu bangsa sangat ditentukan oleh keberadaan dan peranan dari kelompok wirausahawan ini. Tidak ada satu bangsa di dunia ini yang mampu menjadi negara maju tanpa ditopang oleh sejumlah pemuda dan masyarakat yang berwirausaha. Di negara-negara maju baik di Benua Eropa maupun Amerika Serikat, setiap sepuluh menit lahir wirausahawan baru (Saiman, 2009: 22). Pertumbuhan wirausaha ini membawa peningkatan perekonomian yang luar biasa bagi suatu negara, sehingga semakin banyak suatu negara memiliki wirausaha maka semakin meningkat perekonomiannya. Maka dari itu sangat penting bagi kita untuk mengetahui seperti apa kewirausahaan itu.

PEMBAHASAN
PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN DAN WIRAUSAHA
Pengertian kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi, atau kewirausahaan adalah watak atau tabiat/karakter seseorang dalam menghadapi masalah hidupnya.
Pengertian wirausaha adalah orang yang bertanggung jawab dalam menyusun, mengelola, dan mengukur resiko suatu usaha.
CIRI-CIRI KEWIRAUSAHAAN
Ciri-ciri dari kewirausahaan yaitu :
·         Memiliki keinginan kuat untuk berdiri sendiri
·         Kemampuan mengambil resiko
·         Memiliki kemampuan belajar dari pengalaman
·         Mampu memotivasi diri sendiri
·         Semangat untuk bersaing
·         Kerja keras
·         Kepercayaan diri yang benar
·         Tingkat energy yang tinggi
·         Yakin terhadap kemampuan diri sendiri
KARAKTERISTIK DARI WIRAUSAHAWAN
1.    Dream, seorang wirausahawan mempunyai visi bagaimana keinginannya terhadap masa depanpribadi dan bisnisnya termasuk kemampuan untuk mewujudkan impiannya.
2.    Decisiveness, seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat, membuat keputusan yang cepat dengan penuh perhitungan dan ini merupakan kunci dalam kesuksesan usahanya.
3.    Doers, begitu pelaku mengambil keputusan langsung ditindaklanjuti, dan tidak mau menunda kesempatan yang dapat dimanfaatkan.
4.    Determination, bahwa dalam melaksanakan kegiatan penuh seksama. Rasa tanggung jawab yang dimiliki tinggi, dan tidak mudah menyerah meski dihadapkan pada berbagai rintangan yang sulit diatasi.
5.    Dedication, dedikasinya sangat tinggi, dan terkadang lebih mementingkan bisnisnya daripada keluarganya.
6.    Devotion, amat senang dan tergila-gila serta mencintai bisnisnya termasuk produk yang dihasilkannya, sehingga menjadi pendorong dalam mencapai keberhasilan yang efektif dalam menjual dan menawarkan produknya.
7.    Detail, sangat memerhatikan factor kritis secara perinci dan tidak mengabaikan hal-hal yang kecil yang dapat menghambat usahanya.
8.    Destiny, ia bertanggung jawab terhadap tujuan yang hendak dicapai, serta tidak tergantung terhadap orang lain dan memiliki kebebasan.
9.    Dollars, motivasinya bukan memperoleh uang dan uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan setelah usahanya berhasil.
10. Distribute, seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnis terhadap orang yang dapat dipercaya, kritis, dan mau diajak untuk meraih kesuksesan dalam usahanya.
MEMBEDAKAN BISNIS DENGAN KEWIRAUSAHAAN
KEWIRAUSAHAAN adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi, atau kewirausahaan adalah watak atau tabiat/karakter seseorang dalam menghadapi masalah hidupnya.
BISNIS adalah usaha yang dilakukan oleh perorangan ataupun sekelompok orang lewat suatu badan usaha untuk menghasilkan memasarkan, mendistribusikan barang guna memenuhi kebutuhan konsumen (dan untuk memajukan perekonomian suatu bangsa).
Wirausahawan      : Hanya membicarakan solusi hidup semata.
Pebisnis      : Ada kewajiban kepada pemerintah, salah satunya dalam bentuk pajak. Bertanggung jawab kepada konsumen dalam memenuhi kebutuhan maupun keinginan/selera konsumen. Memiliki kewajiban dan tanggung jawab terhadap para karyawannya.
Faktor – faktor pemicu kewirausahaan
Perilaku kewirausahaan dipengaruhi oleh factor internal dan eksternal. Faktor-faktor internal meliputi hak kepemilikan, kemampuan, dan insentif. Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan. Jadi, kemampuan berwirausaha meripakan fungsi dari perilaku kewirausahaan dalam mengkombinasi kreativitas, inovasi, kerja keras, dan keberanian menghadapi resiko untuk memperoleh peluang.
Ciri-ciri penting tahap permulaan dan pertumbuhan kewirausahaan
Pada umumnya proses pertumbuhan kewirausahaan berkembang melalui tiga proses, yaitu:
1.    Proses imitasi dan duplikasi (imitating and duplicating). Pada tahap ini, wirausaha mulai meniru ide-ide orang lain, misalnya: memulai usaha barunya diawali dengan meniru usaha orang lain, dalam menciptakan jenis barang yang dihasilkan meniru yang sudah ada.
2.    Proses duplikasi dan pengembangan (duplicating and development). Pada tahap ini, wirausaha mulai mengembangkan ide barunya. Dalam tahap duplikasi produksi, wirausaha mulai mengembangkan produksinya melalui deversifikasi dan diferensiasi denagn model sendiri.
3.    Proses penciptaan (creating) atau disebut proses inovasi dan kreasi yang diawali dengan teknik produksi baru, mencari bahan baku baru, organisasi usaha baru, dan metode pemasaran baru seperti halnya proses inovasi dari schumpeter(1934)
4.    Dilihat prosesnya, Zimmerer (1996: 15-16) membagi tahap perkembangan wirausaha menjadi dua, yaitu: (a) Tahap awal (perintisan) (b) Tahap pertumbuhan
FUNGSI DAN PERAN PROFIL KEWIRAUSAHAAN
Zimmerer (1996) mengelompokkan profil wirausaha berdasarkan intensitas pekerjaan dan status sebagai berikut :
·         Part – time entrepreneur yaitu wirausaha yang hanya setengah waktu melakukan usaha , biasanya sebagai hobi. Kegiatan usahanya hanya bersifat sampingan.
·         Home – based new ventures yaitu usaha yang dirintis dari rumah / tempat tinggal.
·         Family – owned business yaitu usaha yang dilakukan / dimiliki oleh beberapa anggota keluarga secara turun – temurun.
Copreneurs yaitu usaha yang dilakukan oleh dua orang wirausaha yang bekerja sama sebagai pemilik dan menjalankan usahanya bersama-sama.
Wirausaha mempunyai dua fungsi, kedua fungsi tersebut adalah fungsi makro dan fungsi mikro.
1. Fungsi Makro  
          Secara makro wirausaha berperan sebagai penggerak, pengendali, dan pemacu perekonomian suatu bangsa.
2. Fungsi Mikro
Secara mikro peran wirausaha adalah penanggung risiko dan ketidakpastian,  mengombinasikansumber-sumber ke dalam cara yang baru dan berbeda untuk menciptakan nilai tambah dan usaha-usaha baru.
secara umum wirausaha memiliki dua peran, yaitu sebagai penemu (innovator) dan sebagai perencana (planner).
a. Innovator
Wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan ;
1) Produk baru (the new product
Wirausaha yang senantiasa berinovasi dan berkreasi dalam menjalankan usahanya tentu akan menghasilkan produk-produk baru yang mungkin belum pernah ada sebelumnya agar mampu bersaing di industri kreatif.  
2) Teknologi baru (the new technology)
Untuk menunjang proses pembuatan produk – produk baru dibutuhkan berbagai peralatan serta komponen pendukung lainnya. Kebutuhan akan hal tersebut mendorong wirausaha untuk berinovasi menciptakan berbagai perangkat teknologi penunjang.
3) Ide-ide baru (the new image)
Persaingan yang ketat di industri kretif saat ini akan memacu wirausaha berlomba-lomba untuk terus berinovasi menemukan ide – ide baru, sehingga usahanya dapat terus berkembang dan lebih kompetitif.
4) Organisasi usaha baru (the new organization
Semakin banyak wirausaha maka akan semakin banyak organisasi usaha baru yang terbentuk, karena keberadaan wirausaha dapat menyerap sumber daya tenaga kerja yang selanjutnya akan membentuk suatu organisasi usaha.
b. Planner  
Wirausaha berperan dalam merancang ;
1) Perencanaan usaha (corporate plan
Merancang rencana kerja perusahaan terdiri dari usulan pendirian perusahaan wirausaha, rincian kegiatan operasi dan rencana keuangannya, peluang pasar dan strategi serta ketrampilan dan kemampuan manajer. 
2) Strategi perusahaan (corporate strategy)
Menurut Kenneth R. Andrews strategi perusahaan adalah pola keputusan dalam perusahaan yang menentukan dan mengungkapkan sasaran, maksud dan tujuan yang menghasilkan kebijaksanaan utama dan merencanakan untuk mencapai tujuan dan juga merinci jangkauan bisnis yang akan ditempuh oleh perusahaan.



3) Ide-ide dalam perusahaan (corporate image)
Ide – ide baru yang telah ditemukan oleh perusahaan dirancang atau disusun sedemikan rupa, sehingga perusahaan dapat lebih fokus dalam pencapaian ideide tersebut.
4)  Organisasi perusahaan (corporate organi-zation)
Bentuk dan susunan organisasi perusahaan akan menentukan bagaimana suatu  perusahaan akan dikelola atau dijalankan, sehingga wirausaha harus merancang organisasi perusahaan yang sesuai agar dapat mencapai tujuan perusahaan.
IDE DAN PELUANG USAHA DALAM KEWIRAUSAHAAN
Ide kewirausahaan
Menurut zimmerer, bagi wirausaha, ide dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan ril di pasar.Ide-ide itu menciptakan potensi pasar yang sekaligus merupakan peluang usaha. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan potensi (peluang usaha), kewirausaha perlu mengindentifikasi dan mengevaluasi semua resiko yang mungkin terjadi dengan cara:
1.    Mengurangi risiko melalui strategi yang proaktif.
2.    Menyebarkan risiko ke aspek-aspek yang paling mungkin.
3.    Mengelolah risiko yang mendatangkan nilai atau manfaat.
Bagaimana ide menjadi peluang? Terdapat beberapa jawaban atas pertanyaan ini, antara lain:
1.    Ide dapat digeneralkan secara internal melalui perubahan metode yang lebih baik di dalam melayani dan memuaskan pelanggan.
2.    Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru.
3.    Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi pekerjaan atau melakukan pekerjaan.
Hasil dari ide secara keseluruhan adalah perubahan dalam bentuk arahan atau petunjuk bagi perusahaan atau kreasi baru pada barang yang dihasilkan perusahaan. Banyak wirausaha berhasil bukan atas ide sendiri tetapi dari hasil mengamati dan menerapkan ide orang lain yang kemudian dibuah menjadi peluang. Peluang untuk memasuki dunia usaha dapat diperoleh melalui berbagi jalan masuk. Alternatif mana yang akan digunakan sangat tergantung situasi dan kondisi calon.
Peluang dan tantangan seorang wirausahawan.
          Pada era modern sekarang ini ada banyak peluang dan tantangan yang bias di manfaatkan oleh seorang wirausahawan. Adapun peluang  tersebut adalah,
·         Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi  yang begitu cepat telah mendorong percepatan perolehan informasi .dan masyarakat telah terbentuk pola pikir yang biasa memfilter setiap invormasi yang di peroleh dan memilah informasi yang dianggap menarik dan tidak untuk diterapkan .
·         Tingkat income perkapita dan jumlah penduduk semakin bertambah. Semua ini di ikuti dengan semakin meningkatnya tingkat kebutuhan yang di inginkan ,termasuk produk yang mampu member kepuasan (satisfaction)
·         Tingkat pendidikan masyarakat di seluruh dunia semakin meningkat ini terlihat dari jumlah lulusan perguruan tinggi yang semakin banyak. Bahkan adabanyak perguruan tinggi yang membuka penerimaan .kondisi iniberpengaruh  pada seleksi penilaian produk yang digunakan secara lebih selektif ,karna kemampuan melihat dan menilai dampak positif dan negative dari suatu produk .misalnya masyarakatsudah mulai memperhatikan kesehatan,seperti  olah raga ,komposisi makanan,kebersihan,kenyamanan bekerja, dan lain sebagainya .maka seorang wirausahaan harus bias melihat  peluang ini dengan baik seperti menciptakan produk yang memenuhi harapan kelompok seperti itu .
·         Peran wirausahawan dengan kemampuanya membuka usaha maka kemungkinan terbukanya lapangan kerja sehingga angka pengangguran akan menurun .dan ini otomatis bias  mengurangi beban Negara .
Disamping peluang yang di lihat oleh seorang wirausahawan maka ia juga harus bias melihat beberapa tantangan ,yaitu:
v  Persaingan bisnis yang teraplikasi dalam bentuk penciptaan beragam jenis produk telah menyebabkan banyak produk yang tidak laku terjual di pasar karna kurang diminati oleh konsumen.sehingga seorang wirausahawan di tantang untuk mampu berinovasi terus menerus.
v  Ilmu pengetahuan dan informasi yang bias diperoleh dengan cepat telah melahirkan sikap selektif yang tinggi di masyarakat dalam menilai setiap produk secara lebih detil . Artinya masyarakat tidak mudah untuk terpengaruh terhadap setiap iklan yang di tampilkan di berbagai media cetak dan elektronik.
v  Manusia memiliki karakter yang slalu berubah .sehingga seorang wirausahawan harus mampu selalu menciptakan inovasi produk sebuah produk yang baik adalah produk yang bias beradaptasi dengan perubahan zaman .di dunia ini tidak ada yang abadi namun yang abadi itu adalah perubahan .dan mereka yang ma uterus berubah merupakan mereka yang terus bias bertahan terhadap berbagai perubahan zaman .
v  Kebutuhan dan biaya hidup yang terus terjadi peningkatan menyebabkan setiap orang harus mampu memperoleh pendapatan tambahan sehingga banyak dari mereka yang meluangkan waktu untuk terus membangun bisnis. Kondisi ini menyebabkan kompetisi di pasa menjadi begitu tinggi.
KESIMPULAN
Kewirausahaan adalah Proses dalam menciptakan hal-hal yang baru berupa barang atau jasa dalam mengatasi masalah hidup, terutama masalah ekonomi atau bisa dikatakan sikap yang dilakukan dalam mengatasi masalah hidup. Wirausahawan adalah orang yang melakukan kewirausahaan. Wirausahawan dan Pebisnis itu berbeda, wirausaha hanya bertanggung jawab akan dirinya sendiri, sedangkan pebisnis memilki kewajiban kepada pemerintah, konsumen maupun para karyawannya.
Perilaku kewirausahaan dipengaruhi oleh factor internal dan eksternal. Faktor-faktor internal meliputi hak kepemilikan, kemampuan, dan insentif. Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan. Proses pertumbuhan kewirausahaan berkembang melalui tiga proses, yaitu: Proses imitasi dan duplikasi (imitating and duplicating), Proses duplikasi dan pengembangan (duplicating and development), Proses penciptaan (creating) atau disebut proses inovasi dan kreasi.
profil wirausaha berdasarkan intensitas pekerjaan dan status sebagai berikut :
·         Part – time entrepreneur yaitu wirausaha yang hanya setengah waktu melakukan usaha , biasanya sebagai hobi. Kegiatan usahanya hanya bersifat sampingan.
·         Home – based new ventures yaitu usaha yang dirintis dari rumah / tempat tinggal.
·         Family – owned business yaitu usaha yang dilakukan / dimiliki oleh beberapa anggota keluarga secara turun – temurun.
Wirausaha mempunyai dua fungsi, kedua fungsi tersebut adalah fungsi makro dan fungsi mikro. Bagi wirausaha, ide dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan ril di pasar.Ide-ide itu menciptakan potensi pasar yang sekaligus merupakan peluang usaha. Pada era modern sekarang ini ada banyak peluang dan tantangan yang bias di manfaatkan oleh seorang wirausahawan. Adapun peluang  tersebut adalah,
·         Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi  yang begitu cepat telah mendorong percepatan perolehan informasi .dan masyarakat telah terbentuk pola pikir yang biasa memfilter setiap invormasi yang di peroleh dan memilah informasi yang dianggap menarik dan tidak untuk diterapkan .
·         Tingkat income perkapita dan jumlah penduduk semakin bertambah. Semua ini di ikuti dengan semakin meningkatnya tingkat kebutuhan yang di inginkan ,termasuk produk yang mampu member kepuasan (satisfaction)
·         Tingkat pendidikan masyarakat di seluruh dunia semakin meningkat ini terlihat dari jumlah lulusan perguruan tinggi yang semakin banyak. Bahkan adabanyak perguruan tinggi yang membuka penerimaan .kondisi iniberpengaruh  pada seleksi penilaian produk yang digunakan secara lebih selektif ,karna kemampuan melihat dan menilai dampak positif dan negative dari suatu produk .misalnya masyarakatsudah mulai memperhatikan kesehatan,seperti  olah raga ,komposisi makanan,kebersihan,kenyamanan bekerja, dan lain sebagainya .maka seorang wirausahaan harus bias melihat  peluang ini dengan baik seperti menciptakan produk yang memenuhi harapan kelompok seperti itu .
·         Peran wirausahawan dengan kemampuanya membuka usaha maka kemungkinan terbukanya lapangan kerja sehingga angka pengangguran akan menurun .dan ini otomatis bias  mengurangi beban Negara .
Disamping peluang yang di lihat oleh seorang wirausahawan maka ia juga harus bias melihat beberapa tantangan ,yaitu:
v  Persaingan bisnis yang teraplikasi dalam bentuk penciptaan beragam jenis produk telah menyebabkan banyak produk yang tidak laku terjual di pasar karna kurang diminati oleh konsumen.sehingga seorang wirausahawan di tantang untuk mampu berinovasi terus menerus.
v  Ilmu pengetahuan dan informasi yang bias diperoleh dengan cepat telah melahirkan sikap selektif yang tinggi di masyarakat dalam menilai setiap produk secara lebih detil . Artinya masyarakat tidak mudah untuk terpengaruh terhadap setiap iklan yang di tampilkan di berbagai media cetak dan elektronik.
v  Manusia memiliki karakter yang slalu berubah .sehingga seorang wirausahawan harus mampu selalu menciptakan inovasi produk sebuah produk yang baik adalah produk yang bias beradaptasi dengan perubahan zaman .di dunia ini tidak ada yang abadi namun yang abadi itu adalah perubahan .dan mereka yang ma uterus berubah merupakan mereka yang terus bias bertahan terhadap berbagai perubahan zaman .
v  Kebutuhan dan biaya hidup yang terus terjadi peningkatan menyebabkan setiap orang harus mampu memperoleh pendapatan tambahan sehingga banyak dari mereka yang meluangkan waktu untuk terus membangun bisnis. Kondisi ini menyebabkan kompetisi di pasa menjadi begitu tinggi.





REFERENSI
Bahan ajar Kewirausahaan yang disampaikan Bapak Dionisius Sihombing, S.Pd. M.Si.
Makalah persentasi kelompok 1, kelompok 2, k
Read More

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN “PEMAHAMAN TENTANG KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN”

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN “PEMAHAMAN TENTANG KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN”
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Di zaman modern saat ini banyak sekali terjadi pengangguran di mana-mana, seharusnya manusia semakin bisa memnfaatkan lingkungan disekitarnya, Negara Indonesia merupakan negara yang sangat kaya namun manusia seperti di tuntut untuk semakin kreatif, inovatif, kritis dan semakin mandiri. Di sana manusia sangat membutuhkan penegtahuan dan ide yang kreatif yang mampu membawa peluang dalam membuka usaha bisnisnya. Oleh karena itu banyak para wirausaha yang mulai membuka bisnis secara sederhana, secara pelan-pelan tapi pasti, tantangan dalam sebuah usaha atau bisnis itu merupakan hal yang sudah biasa bukan rahasia lagi. Sebenarya manusia membutuhkan sebuah ide cemerlang dalam menciptakan sebuah inovasi baru bagi dirinya maupun orang banyak ketika ingin merintis sebuah.
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.

1.2 Rumusan Masalah
a.    Apa pengertian kewirausahaan?
b.    Apa profil kewirausahaan?
c.    Apa saja faktor-faktor pemicu kewirausahaan?
d.    Bagaimana model proses kewirausahaan ?
e.    Apa saja penyebab faktor kegagalan dan keberhasilan wirausaha?


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kewirausahaan
Menurut Instruksi Presiden RI NO 4 tahun 1995 kewirausahaan adalah semangat, sikap, prilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, tehnologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar (Sunarya, Sudaryono.2011).
Kewirausahaan (entrepreneurship) muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi, aktivitas dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha (Suryana dan Kartib Bayu.2010).
Wirausaha adalah seorang yang memutuskan untuk memulai suatu bisnis, sebagai pewarabala (flanchisor) menjadi terwaralaba (franchisor) memperluas sebuah perusahaan, membeli perusahaan yang sudah ada, atau barangkali meminjam uang untuk memproduksi suatu produk baru, atau menawarkan suatu jasa baru, serta merupakan manajer dan penyandang resiko.
Dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah hal-hal atau upaya-upaya yang berkaitan dengan penciptaan atau usaha atau aktifitas bisnis atas dasar kemauan sendiri dan atau kemampuan sendiri. kewirausahaan atau wiraswasta adalah orang-orang yang memiliki sifat kewirausahaan /dan umumnya memiliki keberanian dalam mengambil resiko terutama dalam menangani usaha atau perusahaannya dengan berpijak pada kemampuan dan atau kemauan sendiri(Sunarya, Sudaryono.2011).

2.2 Profil Kewirausahaan
Menurut Roopke dikutip Suryana (2001) profil wirausaha berdasarkan perannya dapat dijabarkan sebagai berikut :
1. Kewirausahaan Rutin (Wirt)  
Wirausaha yang melakukan kegiatan sehari-harinya cenderung menekankan pada pemecahan masalah dan perbaikan standar prestasi tradisional.Fungsi wirausaha rutin adalah mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap standar tradisional, bukan penyusunan dan pengalo-kasian sumber-sumber. Wirausaha ini berusaha untuk menghasilkan barang, pasar, dan teknologi. misalnya seorang pegawai atau manajer.Wirausaha rutin dibayar dalam bentuk gaji.
2. Kewirausahaan Arbitrase  
Wirausaha yang selalu mencari peluang melalui kegiatan penemuan (pengetahuan) dan pemanfaatan (pembukaan). Misalnya,bila tidak terjadi ekuilibrium dalam penawaran dan permintaan pasar, maka ia akan membeli dengan murah dan menjualnya dengan mahal. Kegiatan kewirausahaan ini tidak perlu melibatkan pembuatan barang dan tidak perlu menyerap dana pribadi wirausaha, kegiatannya adalah spekulasi dalam memanfaatkan perbedaan harga jual dan harga beli. 
3. Kewirausahaan Inovatif  
Wirausaha dinamis yang menghasilkan ide-ide dan kreasi-kreasi baru yang berbeda, ia merupakan promotor, tidak saja dalam memperkenalkan teknik dan produk baru, tetapi juga dalam pasar dan sumber pengadaan (pembekalan), peningkatan teknik manajemen, dan metode distribusi baru. Ia mengadakan proses dinamis pada produk, proses, hasil, sumber pembekalan, dan organisasi yang baru.
Sedangkan Zimmerer (1996) mengelompokkan profil wirausaha berdasarkan intensitas pekerjaan dan status sebagai berikut :
1.    Part – time entrepreneur yaitu wirausaha yang hanya setengah waktu melakukan usaha , biasanya sebagai hobi. Kegiatan usahanya hanya bersifat sampingan.
2.    Home – based new ventures yaitu usaha yang dirintis dari rumah / tempat tinggal.
3.    Family – owned business yaitu usaha yang dilakukan / dimiliki oleh beberapa anggota keluarga secara turun – temurun.
4.    Copreneurs yaitu usaha yang dilakukan oleh dua orang wirausaha yang bekerja sama sebagai pemilik dan menjalankan usahanya bersama-sama. 

2.3 Faktor  - Faktor Pemicu Kewirausahaan
David C. McDelland (1961:207), mengemukakan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship) ditentukan oleh motif berprestasi (achievement), optimisme (optimism), sikap-sikap nilai (value attitudes) dan status kewirausahaan (entrepreneurial status) atau keberhasilan. Sedangkan menurut Ibnoe Soedjono dan Roopke, proses kewirausahaan atau tindakan kewirausahaan (entrepreneunalaction) merupakan fungsi dan property right(PR), competencylahility(C), incentive (I), dan external environment(E).
Perilaku kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor itu adalah hak kepemilikan (propertyright, PR), kemampuan/kompetensi (competency/ability, Q, dan insentif (incentive), sedangkan faktor eksternalnya meliputi lingkungan (environment, E).
Menurut Ibnoe Soedjono, karena dalam kemampuan afektif (affective abilities) mencakup sikap, nilai-nilai, aspirasi, perasaan, dan emosi yang kesemuanya sangat tergantung pada kondisi lingkungan yang ada, maka dimensi kemampuan afektif (affective abilities) dan kemampuan kognitif (cognitive abilities) merupakan bagian dari pendekatan kemampuan kewirausahaan (entrepreneurial. Jadi, kemampuan berwirausaha (entrepreneurial merupakan fungsi dari perilaku kewirausahaan dalam mengombinasikan kreativitas, inovasi, kerja keras, dan keberanian menghadapi risiko untuk memperoleh peluang.

2.4 Proses Kewirausahaan
Bygrave (1996:3), mengemukakan bahwa proses kewirausahaan didasarkan pada urutan langkah sebagai berikut:
1)    Diawali dengan adanya innovation. Beberapa faktor personal yang mendorong inovasi adalah berupa keinginan berprestasi, adanya sifat penasaran, keinginan menanggung risiko, faktor pendidikan, dan juga pengalaman. Inovasi yang berasal dari diri seseorang mendorong untuk mencari pemcu ke arah memulai usaha. Sementara faktor lingkungan pun memengaruhinya untuk berinovasi karena adanya peluang, pengalaman, dan kreativitas.
2)    Triggering Event. Adanya beberapa faktor personal yang mendorong atau memicu seseorang untuk berusaha misalnya ketidakpuasan. Tidak ada pekerjaan lain, dorongan usia, berani menanggung risiko, serta komitmen dan minat yang tinggi terhadap bisnis. Sementara faktor lingkungan yang memicu bisnisnya yaitu adanya persaingan, terdapat sumber yang dapat dimanfaatkan, inkubator bisnis berupa latihan, serta kebijakan pemerintah. Demikian pula terdapat faktor sosiologi yang menjadi pemicunya seperti relasi dan hubungan dengan orang lain, kerja sama, dorongan orangtua, keluarga, serta pengalaman.
3)    Implementation. Beberapa faktor personal yang mendorong implementasi bisnis yang dijalankan berupa seorang wirausaha yang memiliki kesiapan mental, adanya manager pelaksana, komitmen yang tinggi terhadap bisnis, serta adanya visi atau pandangan jauh kedepan guna mencapai keberhasilan.
4)    Growth. Adalah proses pertumbuhan yang didorong oleh faktor orgnisasi berupa kelompok atau tim yang kompak, adanya strategi yang mantap, struktur budaya organisasi, serta produk yang dibanggakan. Faktor lingkungan yang mendorong implementasi dan pertumbuhan berupa unsur persaingan, adanya konsumen, dan pemasok barang yang kontinu, dan berkelanjutan, adanya bantuan dari investor yang memberi fasilitas, adanya sumber yang masih tersedia serta kebijakan pemerintah yang menunjang.
Seorang yang berhasil dalam berwirausaha adalah orang yang dapat menggabungkan nilai-nilai sifat-sifat utama (pola sikap) dan perilaku dengan bekal pengetahuan, pengalaman dan keterampilan praktis (knowledge and practice). Jadi, pedoman-pedoman, pengharapan-pengharapan dan nilai-nilai, baik yang berasal dari pribadi maupun kelompok berpengaruh dalam membentuk perilaku kewirausahaan.

2.5 Penyebab Faktor Kegagalan dan Keberhasilan Wirausaha
Penyebab Keberhasilan Berwirausaha
Keberhasilan seorang wirausaha ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu:
1.    Kemampuan dan kemauan. Orang yang tidak memiliki kemampuan tetapi banyak kemauan dan orang yang memiliki kemampuan tetapi tidak memiliki kemauan, keduanya tidak akan menjadi wirausaha yang sukses. Contohnya, seorang pemilik kios yang memiliki kemauan untuk berjualan kebutuhan sehari-hari, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkannya, maka kios yang dimilikinya tidak akan pernah berubah dan berkembang. Sebaliknya, seseorang yang memiliki kemampuan, baik ilmu maupun keahlian berdagang tetapi tidak memiliki kemauan dan malah malas, tidak akan pernah berdagang.
2.    Tekad yang kuat dan kerja keras. Orang yang tidak memiliki tekad yang kuat tetapi mau bekerja keras dan orang yang suka bekerja keras tetapi tidak memiliki tekad yang kuat, keduanya tidak akan menjadi wirausaha yang sukses.
3.    Mengenal peluang yang ada dan berusaha meraihnya ketika ada kesempatan.
Penyebab Kegagalan Berwirausaha
Selain keberhasilan, seorang wirausaha juga selalu dibayangi oleh potensi kegagalan yang akan memberikan lebih banyak pelajaran dibandingkan sekedar kesuksesan. Seperti telah dikemukakan sebelumnya, keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Zimmerer (1996: 14-15) mengemukakan beberapa faktor-faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya yaitu:
1.    Tidak kompeten dalam manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
2.    Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik, kemampuan memvisualisasikan usaha, kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
3.    Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
4.    Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
5.    Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
6.    Kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.
7.    Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Sikap yang setengah-setengah terhadap, usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan Sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.
8.    Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan. Wirausaha yang kurang slap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi kewirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setup waktu.
Selain faktor-faktor yang membuat kegagalan kewirausahaan, Zimmerer (1996: 17) mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan, yaitu:
1.    Pendapatan yang tidak menentu. Baik pada tahap, awal maupun tahap, pertumbuhan, dalam bisnis tidak ada jaminan untuk terus memperoleh pendapatan yang berkesinambungan. Dalam kewirausahaan, sewaktu-waktu bisa rugi dan sewaktu-waktu juga bisa untung. Kondisi yang tidak menentu dapat membuat seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha.
2.    Kerugian akibat hilangnya modal investasi. Tingkat kegagalan bagi usaha baru sangatlah tinggi. Menurut Yuyun Wirasasmita (1998), tingkat mortalitas/kegagalan usaha kecil di Indonesia mencapai 78 persen. Kegagalan investasi mengakibatkan seseorang
3.    mundur dari kegiatan berwirausaha. Bagi seorang wirausaha, kegagalan sebaiknya dipandang sebagai pelajaran berharga.
4.    Perlu kerja keras dan waktu yang lama. Wirausaha biasanya bekerja sendiri mulai dari pembelian, pengolahan, penjualan, dan pembukuan. Waktu yang lama dan keharusan bekerja keras dalam berwirausaha mengakibatkan orang yang ingin menjadi wirausaha menjadi mundur. la kurang terbiasa dalam menghadapi tantangan. Wirausaha yang berhasil pada umumnya menjadikan tantangan sebagai peluang yang harus dihadapi dan ditekuni.
5.    Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya mantap. Kualitas kehidupan yang tidak segera meningkat dalam usaha, akan mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. Misalnya, pedagang yang kualitas kehidupannya tidak meningkat, maka akan mundur dari usaha dagangnya dan masuk ke usaha lain.
Kegagalan juga dapat ditimbulkan dengan dasar kelemahan yang bersumber pada sifat pribadi yang penuh ragu dan kehidupan tanpa pedoman maupun orientasi yang tegas, yaitu:
·         Suka meremehkan mutu
·         Suka menerobos atau mengambil jalan pintas
·         Tidak memiliki kepercayaan diri
·         Tidak disiplin
·         Suka mengabaikan tanggung jawab
·         Keuntungan Dan Kerugian Berwirausaha



BAB III
PENUTUP

Dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah hal-hal atau upaya-upaya yang berkaitan dengan penciptaan atau usaha atau aktifitas bisnis atas dasar kemauan sendiri dan atau kemampuan sendiri. Menurut Roopke dikutip Suryana (2001) profil wirausaha yaitu; Kewirausahaan Rutin (Wirt), Kewirausahaan Arbitrase, dan Kewirausahaan Inovatif. Perilaku kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor itu adalah hak kepemilikan (propertyright, PR), kemampuan/kompetensi (competency/ability, Q, dan insentif (incentive), sedangkan faktor eksternalnya meliputi lingkungan (environment, E). Bygrave (1996:3), mengemukakan bahwa proses kewirausahaan didasarkan pada urutan langkah sebagai berikut: 1) innovation, 2)Triggering Event, 3) Implementation, dan 4)Growth. Keberhasilan seorang wirausaha ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu; 1) Kemampuan dan kemauan, 2) Tekad yang kuat dan kerja keras, dan 3) Mengenal peluang yang ada dan berusaha meraihnya ketika ada kesempatan. Zimmerer (1996: 14-15) mengemukakan beberapa faktor-faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya yaitu: 1) Tidak kompeten dalam manajerial, 2) Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik, kemampuan memvisualisasikan usaha, kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan, 3) Kurang dapat mengendalikan keuangan, 4) Gagal dalam perencanaan, 5) Lokasi yang kurang memadai, 6) Kurangnya pengawasan peralatan, 7) Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha, dan 8) Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.












DAFTAR PUSTAKA

Yuyus suryana dan Kartib Bayu. 2011. Kewirausahaan. Jakarta: Prenada Media Group.
Dr.Suryana, M.Si., Kewirausahaan pedoman praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses. Salemba Empat.2006
Sunaryo, Sudaryono.2011. Kewirausahaan. Yogyakarta:CV ANDI OFFSET
bisnisrumahan19.blogspot.com


Read More